Kerap Kucing-kucingan dengan 'Pak Ogah', Polsek Tarumajaya Bakal Bangun Pos Pantau

Kapolsek Tarumajaya AKP Agus Rohmat mengatakan, pihaknya akan segera membangun pos pantau di Jalan Raya Marunda Center

Kerap Kucing-kucingan dengan 'Pak Ogah', Polsek Tarumajaya Bakal Bangun Pos Pantau
Istimewa/Dokumen Humas Polres Metro Bekasi
Polsek Tarumajaya Polres Metro Bekasi melakukan razia kepada 'Pak Ogah' di sekitaran kawasan Marudan Center. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TARUMAJAYA - Kapolsek Tarumajaya AKP Agus Rohmat mengatakan, pihaknya akan segera membangun pos pantau di Jalan Raya Marunda Center agar tidak ada lagi aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan 'Pak Ogah' kepada pengendara truk tang melintas.

"Kemarin sudah kita gelar rapat sama Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dengan pengelola kawasan Marunda Center, ada wacana dibuatkan pos pantau nanti tindak lanjutnya akan kita rapatkan kembali," kata AKP Agus Rohmat kepada TribunJakarta.com, Sabtu (20/7/2019).

Razia kepada para 'Pak Ogah' yang kerap meminta jatah preman kepada pengendara truk kerap dilakukan. Namun, belum ada efek jera yang dapat dimbulkan.

Mereka kata Agus kembali lagi ke jalan dan meminta uang receh kepasa sopir truk.

"Kita sudah sering melakukan penertiban ini tapi mereka ada lagi ada lagi kucing-kucingan mulu sama petugas," ucapnya.

Belum lama ini, razia dilakukan pihaknya disepanjang Jalan Raya Marunda Center yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Polisi berhasil mengamankan lima orang 'Pak Oagh' dalam razia tersebut.

Lima orang 'Pak Ogah' yang diamankan diantaranya, Endang (35), Muhammad Fajri (16), Muhammad Khadafi (19), Robi (12) dan Ikhwal Fathul (21). Mereka merupakan warga sekitar yang setiap hari berkasi meminta uang jatah preman kepada warga supir truk.

Sejumlah Food Truck Hadir Manjakan Pengunjung GIIAS 2019

Jakarta Darurat Sampah, Walhi Minta Gubernur DKI Segera Buat Pergub Soal Sampah Plastik

Agus menambahkan, pihak Kawasan Marudan Center kerap mengeluhkan keberadaan 'Pak Ogah' yang lama kelamaan meresahkan sopir truk. Untuk itu, pembuatan pos pantau nantinya diharapkan bisa membuat takut dan tidak lagi kembali jalan.

"Sasarannya mobil-mobil truk, mereka minta uang Rp 1000, Rp 2000 perak, kalau yang enggak ngasi enggak ada ancaman sejauh yang saya amati, karena kalau sudah ada ancaman sudah masuk tindak pidana, cuma meresahkan aja keberadaan mereka," tegas dia.

Agus juga berkordinasi dengan Pol PP Kabupaten Bekasi serta Dinas Sosial untuk melakukan pembinaan. Pembuatan perda larangan pengamen, 'Pak Ogah' serta pedagang asongan juga diharpkan dapat dibentuk agar tidak ada lagi praktik premanisme dan pungli di Kawasan Marunda Center.

"Berbeda dengan di Jakarta kan kalau disana ada Pergub (peraturan gubernur) mengenai Pak Ogah-Pak Ogah ya, kalau disinikan belum ada, makanya kita setiap melakukan razia kita bina, kita berikan ke dinsos (Dinas Sosial) dan buat surat pernyataan ke orangtuanya," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved