Sungai Cileungsi Mulai Menghitam dan Timbulkan Bau Tidak Sedap saat Kemarau

Puarman mengatakan, kondisi seperti ini menggangu warga yang kediamannya tidak jauh dari sungai

Sungai Cileungsi Mulai Menghitam dan Timbulkan Bau Tidak Sedap saat Kemarau
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kondisi Curug Parigi di Bantar Gebang Kota Bekasi yang merupakan aliran Sungai Cileungsi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Memasuki musim kemarau, aliran Sungai Cileungsi mulai menghitam dan menimbulkan bau tidak sedap.

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menilai, fenomena ini sudah terjadi secara berulang beberapa tahun terakhir.

Ketua KP2C Puarman mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke beberapa titik aliran Sungai Cileungsi di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Dari pemantauan itu, air berwarna hitam pekat dan tercium bau tidak sedap.

"Atas aduan warga, saya mengecek langsung ke lokasi, di antaranya ke Jembatan Cikuda Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dan wilayah Curug Parigi di Vila Nusa Indah 5, perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi," kata Puarman saat dikonfimasi, Sabtu (20/7/2019).

"Kondisi air sungai hitam pekat dan baunya menyengat, sampai saya harus memakai masker," ungkap dia.

Puarman mengatakan, kondisi seperti ini menggangu warga yang kediamannya tidak jauh dari sungai. Terlebih ketika dipagi hari, aroma bau tidak sedap tercium begitu menyengat hingga menyesakkan dada.

Tawuran Kerap Terjadi di Kawasan Manggarai, Pemicunya Tidak Pernah Diketahui Hingga Saat Ini

Julio Banuelos dan Marko Simic Berambisi Bawa Persija Jakarta Juara Piala Indonesia

"Ada warga yang rumahnya 100 meter dari sungai, istrinya yang sedang hamil muntah-muntah enggak tahan bau sungai, bahkan tiap pagi diungsikan ke rumah mertuanya untuk menghindari bau," ujar dia.

Puarman menambahkan, fenomena ini kerap terjadi setiap memasuki musim kemarau. Debit air sungai berkurang sehingga limbah lebih mendominasi permukanaan air.

"Kondisi ini belum terlalu parah dibanding 2018 yang mempengaruhi Kali Bekasi, karena alirannya bermuara ke Kali Bekasi, tapi menurut BMKG kemarau masih akan terjadi hingga oktober 2019, kemungkinan kondisi ini akan terus terjadi sepanjang kemarau bahkan bisa lebih parah," tegas dia.

Puarman mengatakan, KP2C sejak 2018 telah melaporkam fenomena ini ke Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun belum ada perubahan, diduga sejumlah limbah pabrik dan domestik masih terlalu parah mencemari sungai.

"Inilah ironi rutin sungai Cileungsi, jika musim hujan banjir, ketika musim kemarau, sungai menghitam dan sangat berbau," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved