Ungkap Kondisi Korban Pelecehan Seksual JIS, Pengacaranya: Masih Sangat Trauma

MAK (11), korban pelecehan seksual oleh mantan guru Jakarta Intercultural School (JIS) Neil Bantleman, disebut masih mengalami trauma.

Ungkap Kondisi Korban Pelecehan Seksual JIS, Pengacaranya: Masih Sangat Trauma
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kuasa hukum keluarga korban pelecehan seksual oleh mantan guru JIS Neil Bantleman, Tommy Sihotang, saat ditemui di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIA BUDI - MAK (11), korban pelecehan seksual oleh mantan guru Jakarta Intercultural School (JIS) Neil Bantleman, masih mengalami trauma.

Hal itu dikatakan kuasa hukum keluarga korban, Tommy Sihotang, saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

"(MAK) masih sangat traumatis. Masih dirawat oleh psikiater sampai sekarang," ujar Tommy.

"Ada psikiater, psikolog. Pokoknya untuk menstabilkan anak itu. Kan itu kejahatan yang sangat mengerikan," lanjut dia.

Tommy turut menyinggung pemberian grasi dari Presiden Joko Widodo kepada Neil.

Sesalkan Grasi Neil Bantleman, Kuasa Hukum Keluarga Korban Pelecehan Seksual JIS Surati Jokowi

Komnas Anak Minta Jokowi Ungkap Alasan Pemberian Grasi ke Neil Bantlemen

Ia mengatakan, pihak keluarga tidak pernah mendapat pemberitahuan soal grasi tersebut.

"Kami baca di running text televisi saja bahwa terpidana kasus JIS diberikan grasi dan sudah pulang ke Kanada," tuturnya.

Tommy mengaku bahwa pihak keluarga korban menyesalkan pemberian grasi tersebut.

"Mereka (keluarga korban) sangat kecewa. Saya kira seluruh dunia setuju kejahatan yang paling memuakkan itu adalah pedofilia," pungkas Tommy.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved