VIDEO Monster Plastik Muncul dan Ancam Bumi: Kampanye Tolak Penggunaan Plastik
Kampanye tolak kantong plastik sekali pakai digaungkan di Pelabuhan Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/7/2019).
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Kampanye tolak kantong plastik sekali pakai digaungkan di Pelabuhan Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/7/2019).
Sosok monster plastik berupa makhluk laut dengan tinggi sekira empat meter ditampilkan disana. Monster plastik tersebut digambarkan sebagai ikan Angler Fish.
Ditampilkan ikan tersebut seperti monster yang muncul dari laut Jakarta dan bergerak mengancam bumi.
Perjalanan monster plastik itu dimulai dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Sabtu (20/7/2019) harinini, dan akan bergerak dalam pawai ke jantung ibu kota Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (21/7/2019) besok.
Kehadiran Monster ini juga sebagai peringatan bahwa kondisi sampah di Indonesia saat ini sudah sangat mencekam.
Dari 60 juta ton sampah yang dihasilkan, 15 persennya merupakan sampah plastik yang tidak hanya membanjiri temoat pembuangan akhir namun juga lautan Indonesia.
Banyaknya dan besarnya sampah plastim itu diganbarkan melalui sosok monster, sebuah kekuatan besar yang siap mebghancurkan bumi.
Aksi ini dihadiri Econusa, Pandu Laut Nusantara, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Greenpeace, divers Clean Action, Walhi dan Indorelawan.
Ketua Harian Pandu Laut Nusantara Prita Laura, masyarakat lerlu disadarkan bahwa gaya hidup sehari-harinya menghasilkan banyak sampah dan hal tersebut tanpa disadari telah membangun Monster Plastik.
"Monster plastik ini adalah musuj bersama yang mengancam kehidupan kita bersama, itu sebabnya kita pun harus sama-sama mengalahkannya. Masing-masing dari kita punya senjata masing-masing untuk mengalahkannya. Jika pemerintah punya kebijakan maka kita sebagau masyarakat senjatanya adalah mengubah gaya hidup dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai," kata Prita Laura di Pelabuhan Sunda Kelapa, Sabtu (20/7/2019).
Tak hanya monster saja, kemunculan Monster palstik itupun juga diikuti kemunculan monster-monster kecil lainnya.
Sejumlah orang berjalan beriringan dengan monster itu dan memperlihatkan betapa jahatnya sampah plastik bisa terus dibiarkan.
• Penggalan Cerpen Dibacakan Pada Misa Requem Arswendo Atmowiloto
• Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 20 Juli 2019: Leo Bertindak Tanpa Berpikir, Scorpio Sedang Pasif
• Jadi Keluarga Dayak: Ahok dan Puput Punya Tanggung Jawab Besar, Singgung Jokowi Pindahkan Ibukota
Aksi itu pun juya juga dihadiri Kaka Slank, sebagai musisi ia juga menhimbau agar masyarakat juga fansnya dapat mengubah gaya hidupnya dengan tidak menggunakan kantong sekali pakai.
"Setiap konser saya sadar sampah plastik yang dihasilkan sangat banyak, saya yakin semua datang ke konser Slank datang dengan damai pulang juga dengan damai beserta sampah kecil apapun yang dibawa," kata Kaka.
"Sekarang udah bisa dirubah sedikit sedikit karena itu apa namanya fans Slank saya yakin cukup Smart untuk menyadari bahwa sampah tuh udah jadi ancaman seperti seperti Monster ini (hasil) dari plastik (sampah) ini bisa bilang bahwa setiap harinya bisa di Jakarta itu bisa ada 2000 monster," tutupnya.