Ibadah Haji 2019

Ini Cara Petugas Atasi Penumpukan Jemaah Haji di Terminal Bus Sekitar Masjidil Haram

Situasi Makkah Al Mukkarromah sudah penuh sesak dengan jemaah haji dari berbagai negara tak terkecuali jemaah haji Indonesia.

Editor: Y Gustaman
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Suasana jemaah haji Indonesia menunggu antrian bus shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Minggu (21/7/2019) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNJAKARTA.COM, MEKKAH - Situasi Makkah Al Mukkarromah sudah penuh sesak dengan jemaah haji dari berbagai negara tak terkecuali jemaah haji asla Indonesia.

Bahkan pantauan hingga Minggu (21/7/2019) dini hari, ribuan jemaah haji asal Indonesia semakin banyak menuju Masjidil Haram.

Hal ini bisa dimaklumi, sejak Sabtu siang Mekkah memang kedatangan 30 kloter jemaah haji dari dua arah, Madinah dan Jeddah. Dan malamnya mereka ibadah umrah wajib di Masjidil Haram.

Penumpukan jemaah menyebabkan alur lalu lintas untuk kendaraan jemaah haji dari hotel menuju Masjidil Haram menjadi sangat ramai.

Penumpukan jemaah pun tak terelakkan terutama di terminal bus saat selesai ibadah di Masjidil Haram.

Suasana jemaah haji Indonesia menunggu antrian bus shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Minggu (21/7/2019) dini hari.
Suasana jemaah haji Indonesia menunggu antrian bus shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Minggu (21/7/2019) dini hari. (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

Antrian bus shalawat di terminal pun kerap terjadi, utamanya setelah selesai jemaah Isya dan Subuh.

"Kami imbau, jemaah tidak bergegas pulang secara bersamaan usai salat berjemaah. Manfaatkan waktu untuk beribadah di Masjidil Haram kurang lebih hingga setengah jam usai salat sehingga jemaah tidak menumpuk di terminal," terang Kadaker Mekkah Subhan Cholid di Syisyah, Minggu (21/07/2019).

Menurutnya, sampai hari ini, Daker Mekkah sudah mengoperasikan 111 bus shalawat untuk melayani jemaah haji Indonesia beribadah di Masjidil Haram.

Jumlah ini akan terus ditambah secara bertahap sesuai proporsi jumlah jemaah yang sudah ada di Mekkah.

"Total kami akan siapkan 419 armada dan 31 bus cadangan pada fase puncak kepadatan jemaah haji Indonesia di Mekkah," lanjutnya.

Dijelaskan Subhan, bus shalawat melayani seluruh rute jemaah haji Indonesia selama 24 jam, sehingga jemaah tidak perlu khawatir tidak mendapat layanan.

Ada 9 rute bus dengan 56 halte terdekat hotel jemaah, serta tiga terminal di sekitar Masjidil Haram, yaitu: Terminal Bus Jiad, Syib Amir, dan Bab Ali, semuanya beroperasi 24 jam.

"Jangan langsung pulang secara bersamaan usai jemaah di Haram, agar tidak terjadi penumpukan di terminal," imbau Subhan.

Disinggung soal kekurangan armada, Subhan menjelaskan penggunaan bus shalawat sudah dihitung secara proporsional dan memperhatikan kepadatan lalu lintas di Mekkah.

Penambahan armada secara tidak terukur, justru berpotensi menambah kemacetan di Mekkah.

Sebab, ke depan akan semakin banyak jemaah haji dari berbagai negara yang tiba di Mekkah.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved