Kondisi Truk Pertamina dan Toyota Cayla yang Terbakar Saat Pemadam Tiba di Tol Wiyoto Wiyono

12 unit mobil pompa berikut 48 personel pemadam dikerahkan memadamkan api yang melahap mobil truk Pertamina dan Toyota Cayla di Tol Wiyoto Wiyono.

Kondisi Truk Pertamina dan Toyota Cayla yang Terbakar  Saat Pemadam Tiba di Tol Wiyoto Wiyono
Dokumentasi Sudin PKP Jakarta Timur
Bagian kepala truk Pertamina yang terbakar dekat GT Rawamangun di Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (21/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Sebanyak 12 unit mobil pompa berikut 48 personel pemadam dikerahkan memadamkan api yang melahap mobil truk Pertamina dan Toyota Cayla di Tol Wiyoto Wiyono, pada Minggu (21/7/2019) pukul 01.45 WIB tadi.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan api sudah membesar saat personel tiba di lokasi sekira pukul 01.53 WIB.

"Sudah besar, TKP waktu itu sudah ada dua. Di bawah sama di atas, kepala truk yang jatuh dan tangki. Keduanya sama-sama terbakar. Ketika sampai kepala truk sudah jatuh," kata Gatot di Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (21/7/2019).

Kala itu, bagian tangki truk bermuatan 24 ribu liter BBM berpelat B 9851 SEH yang dikemudikan Asep Abdurohman (35) dan diawaki Ahmad Wagiyonto (23) nyaris sepenuhnya menutup jalan.

Meski tak mengetahui pasti di lajur mana mobil Calya berpelat B 2230 TOW, Gatot memastikan mobil dalam posisi tertindih tangki BBM ketika pemadam tiba.

"Posisi truk tangki sudah melintang, kurang lebih yang tertutup oleh mobil tangki 2 jalur, jadi malang jalan. Posisi hidung mobil Calya ketindihan tangki, bagian tangkinya terbalik miring," ujarnya.

Gatot menyebut bagian kemudi mobil yang pengemudinya terbakar dan sulit diidentifikasi tak tertimpa badan tangki, namun mobil slama posisi tergencet tak bisa bergerak.

Pun bermuatan 3 jenis BBM yakni Premium, Pertalite, dan Pertamax dengan jumlah masing-masing 8.000 liter, Gatot menyebut tak terjadi ledakan selama proses pemadaman.

"Kalau ledakan tidak ada, tapi kalau letupan dari ban ada. Karena bannya kan ada banyak, jadi meletup. Mulai pemadaman pukul 01.55 WIB," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved