Polisi Menyamar Pura-pura Membeli, Pasutri Pengedar Sabu Diringkus di Koja

Aprilia (32), dan suaminya Jumadi (33), ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda.

Polisi Menyamar Pura-pura Membeli, Pasutri Pengedar Sabu Diringkus di Koja
ISTIMEWA/Dokumentasi Polsek Koja
Pasutri pengedar sabu ditangkap aparat Polsek Koja. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Aparat Polsek Koja menangkap pasangan suami istri (pasutri) pengedar narkoba jenis sabu.

Aprilia (32), dan suaminya Jumadi (33), ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda.

Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Andry Suharto mengatakan, polisi awalnya menangkap Aprilia pada Jumat (19/7/2019) di daerah Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.

Penangkapan dilakukan dengan polisi berpura-pura menjadi pembeli sabu dari Aprilia.

Aprilia ditangkap di dalam kamar kosnya beserta barang bukti sabu yang ada di dalam tas berwarna merah muda.

"Saat pelaku masuk ke dalam kamar kost di TKP lalu dilakukan penangkapan dan saat dilakukan penggeledahan didapati barang bukti berupa sabu berada di dalam tas warna pink," kata Andry dalam keterangannya kepada TribunJakarta.com, Minggu (21/7/2019).

Dari tangan Aprilia, polisi mengamankan barang bukti berupa empat paket sabu seberat 1,36 gram, satu buah tas warna merah muda, satu buah timbangan digital, dan satu bungkus plastik klip.

Setelah melakukan pengembangan, polisi kemudian menangkap Jumadi di Jalan Deli, Koja, Jakarta Utara.

Dari hasil penggeledahan terhadap Jumadi, ditemukan barang bukti lainnya berupa tujuh paket sabu seberat 4,10 gram, sebungkus rokok, dan alat hisap terbuat dari sedotan.

"Pelaku mengakui bahwa barang sabu tersebut miliknya dan ada pula diamankan uang hasil penjualan sebesar Rp 160 ribu," ucap Andry.

Selanjutnya kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Koja guna pengusutan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, pasutri pengedar sabu ini dijerat pasal  114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved