Umrah Digital Disoal, Kemenag Jelaskan Ini ke Traveloka dan Tokopedia

Umrah digital menjadi fokus stratup nasional Traveloka dan Tokopedia, belakangan mengundang protes Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Indonesia.

Umrah Digital Disoal, Kemenag Jelaskan Ini ke Traveloka dan Tokopedia
Tribunnews/Bahauddin R Baso/MCH2019
Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019). Hari ini para jemaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai berdatangan untuk menyambut musim haji 1440H. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Umrah digital menjadi fokus stratup nasional Traveloka dan Tokopedia, namun belakangan mengundang protes Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Indonesia.

Munculnya umrah digital bermula dari penandatanganan kerja sama Pemerintah Indonesia, lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika, dengan Pemerintah Arab Saudi dalam pengembangan ekonomi digital.

Menanggapi reaksi PPIU, Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama mengajak Traveloka dan Tokopedia untuk rapat bersama. Turut hadir perwakilan Kemkominfo di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Kemenag berupaya mendalami perkembangan teknologi informasi terkait umrah digital yang disasar Traveloka dan Tokopedia.

Pertemuan ini dilakukan Kemenag untuk menyamakan persepsi terkait inisiatif Kemkominfo mengembangkan umrah digital.

Kemenag menekankan semua pihak terkait untuk mematuhi regulasi, dalam hal ini  Undang-Undang No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji yang baru disepakati Pemerintah dan DPR. 

"Hasilnya, ada kesepahaman bahwa pengembangan umrah digital harus berangkat dari prinsip penyelenggaraan umrah dilakukan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)," tegas Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim dalam keterangannya seperti dilansir situs Kemenag, Minggu (21/7/2019). 

Menurut Arfi, pengembangan umrah digital nantinya bersifat optional atau pilihan. Artinya, masyarakat yang akan berangkat umrah bisa memilih dua cara.

Pertama, mendaftar di PPIU secara langsung sebagaimana yang berjalan selama ini. Kedua, memilih paket PPIU yang ada di market place dengan keberangkatan tetap oleh PPIU. 

Traveloka maupun Tokopedia menegaskan tidak akan menjadi penyelenggara umrah. Komitmen ini juga berlaku bagi unicorn lainnya.

Halaman
12
Penulis: Y Gustaman
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved