Idul Adha 2019

Jual Hewan Kurban Sakit untuk Idul Adha Bisa Kena Hukum Pidana

Peternak atau penjual hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha ternyata bisa dijerat pidana bila terciduk memperjualbelikan hewan dalam keadaan sakit.

Jual Hewan Kurban Sakit untuk Idul Adha Bisa Kena Hukum Pidana
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Tempat peternakan hewan kurban di kawasan Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (22/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KARANG TENGAH - Peternak atau penjual hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha 2019 ternyata bisa dijerat pidana bila terciduk memperjualbelikan hewan dalam keadaan sakit.

Hal tersebut tertuang berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/PERMENTAN/PD.410/9/2014 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.

Di mana di dalamnya secara jelas hewan kurban yang dijual dan akan dipotong harus memenuhi persyaratan syariat Islam, administrasi, dan teknis.

Kepala Bidang Pertanian Kota Tangerang, Ibnu Ariefyanto juga menerangkan bila di Kota Tangerang ada yang coba-coba menjual hewan kurban yang sakit dalam harga murah akan dipidanakan.

"Ada sanksinya jelas, khusus secara hukum dan pidana karena masuk undang-undang sanksi peternakan," tegas Ibnu, Senin (22/7/2019).

Menurutnya hingga hari ini jajaran Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang telah mendata beberapa hewan kurban yang sakit dan ketahuan diperjualbelikan.

Hewan tersebut telah ditandai dan sudah ditarik dari peredaran.

Sapi jenis Simmental milik Presiden Indonesia Joko Widodo seberat 1 ton lebih yang menjalani pemeriksaan di peternakan kawasan Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (22/7/2019).
Sapi jenis Simmental milik Presiden Indonesia Joko Widodo seberat 1 ton lebih yang menjalani pemeriksaan di peternakan kawasan Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (22/7/2019). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

"Untuk yang sakit sudah kami tandai dan sudah diminta untuk ditarik kembali jangan diedarkan lagi. tapi kalau yang mengidap sakit berat belum ditemukan," sambung Ibnu.

Untuk mendeteksi seekor hewan kurban sehatnya cukup mudah seperti keadaan mata, bulu, hingga air liur yang dihasilkan.

"Ciri-cirinya pertama bulu mulus tidak kering, cermin hidungnya basah, mata jernih, tidak banyak keluar air liur. Air liur itu normal sebenarnya, tapi kalau kebanyakan juga penyakit, mata harus normal, kemudian kaki, telinganya tidak ada yang cacat maupun organ-organ vital lainnya," jelas Ibnu.

Halaman
1234
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved