Idul Adha 2019

Jual Hewan Kurban Sakit untuk Idul Adha Bisa Kena Hukum Pidana

Peternak atau penjual hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha ternyata bisa dijerat pidana bila terciduk memperjualbelikan hewan dalam keadaan sakit.

Jual Hewan Kurban Sakit untuk Idul Adha Bisa Kena Hukum Pidana
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Tempat peternakan hewan kurban di kawasan Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (22/7/2019). 

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintahan Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan perketat pemeriksaan hewan ternak potong.

Hewan ternak yang diperiksa mulai hari ini lebih banyak ke kambing dan sapi potong yang sudah mulai diperjualbelikan di wilayah Kota Tangerang.

Dari pantauan TribunJakarta.com di lokasi, memang sudah banyak lahan kosong di kawasan Kota Tangerang yang dijadikan lapak jual beli hewan kurban.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Abduh Surahman, pemeriksaan dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban saat hari raya Idul Adha.

"Hari ini sampai selanjutnya sampai hari H pemotongan kurban itu kita lakukan pemeriksaan hewan pada sisi kesehatannya," kata Abduh di sebuah lapak hewan kurban, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (22/7/2019).

Menurut Abduh, pemeriksaan hewan kurban pada sisi kesehatan gigi, kulit, ketebalan daging dan kaki, terutama pada sapi.

"Sesungguhnya kita juga ingin periksa cacing segala macam tapi itu kan tidak mungkin, kita periksa mereka masih dari luar dulu karena tidak mungkin bagian dalam," jelas Abduh.

Bila ditemukan hewan kurban yang sehat maka akan diberikan tanda sehat, beda ceritanya bila hewan kurban tersebut ditemukan dalam keadaan sehat.

Oknum Polisi Cengkeram dan Seret Bocah 9 Tahun dari Kelas TPA, Tak Terima Anaknya Dipukul

Nunung dan Suaminya Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Ada Perbedaan Jemaah Calon Haji Gelombang Satu dan Dua, Berikut Penjelasannya

Panduan Membeli Hewan Kurban Idul Adha, Perhatikan Mata dan Bulunya

Siapkan Mental, Bek Senior Persija Jakarta Waspadai Tekanan Suporter PSM Makassar

Lanjutnya, bila dalam keadaan tidak sehat, hewan kurban akan diberikan vitamin namun tidak boleh diberikan antibiotik karena daging akan dikonsumsi dalam waktu dekat.

"Kita tidak mungkin memberikan mereka antibiotik karena hanya dalam tempo dua minggu lagi mereka mau dipotong dan tidak bagus untuk kesehatan manusia," ucap Abduh.

Dari pemeriksaan yang dilakukan baru sejak hari ini, Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang belum menemukan hewan kurban yang tidak layak untuk diperjualbelikan.

"Sampai saat ini belum ada, tapi untuk sapi yang memang hasil peternakan dan di sananya di lepas liar di alam itu pengawasannya jauh lebih efektif," tandasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved