Pihak Kivlan Zen Minta ke Ryamizard Jadi Jaminan Penangguhan Penahanan

Kivlan Zen merasa dirugikan lantaran Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan tak menjamin penangguhan penahanan

Pihak Kivlan Zen Minta ke Ryamizard Jadi Jaminan Penangguhan Penahanan
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Kuasa Hukum Kivlan Zen, Tonin T Singarimbun pada Senin (22/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kuasa hukum Mayjen (Purn) Kivlan Zen, Tonin T Singarimbun meminta kepada Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu untuk memberikan jaminan penangguhan penahanan kliennya itu.

Permohonan itu berupa surat yang telah dikirimkan kepada Kementerian Pertahanan RI.

"Kami menggugah dengan surat itu agar pak Ryamizard membantu pak Kivlan dalam arti kata meng-clear-kan ke tingkat atas," ungkapnya kepada wartawan pada Senin (22/7/2019).

Pasalnya, pihak Kivlan Zen merasa dirugikan lantaran Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan tak menjamin penangguhan penahanan.

Ryamizard yang juga membawahi sebagai veteran perang RI diharapkan bisa menjadi penjamin.

Di dalam surat permohonan Kivlan, diterangkan bahwa penahanan Kivlan Zen sudah lari dari pasal awal.

"Ditambah pasal 55-56 artinya turut membantu dan turut serta. Sudah lari dari pasal awal. Pasal 1 UU 12 Tahun 51. Jadi kemana lagi mengadu, karena beliau sebagai veteran perang makanya kita buat ke Kemhan hari ini," katanya.

Panduan Membeli Hewan Kurban Idul Adha, Perhatikan Mata dan Bulunya

Mantan RW di Ciputat Timur Sebut Sering Titip Anak Masuk SMP Negeri 13 Tangsel

Tonin melanjutkan penangguhan penahanan lantaran dianggap Kivlan tidak kooperatif.

"Nah kita lihat di praperadilan, tidak kooperatifnya di mana. Enggak ada yang namanya tidak kooperatif," terangnya.

Sebelumnya, Kivlan mengajukan gugatan praperadilan atas status tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kivlan keberatan dengan status tersangkanya atas dua kasus berbeda, yaitu, kepemilikan senjata api dan dugaan makar.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved