Rapimgab Sebabkan Paripurna Pemilihan Wagub DKI Harus Mundur

2 nama calon yang sudah diajukan partai pengusung ke DPRD DKI Jakarta, yakni Mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, dan Sekretaris DPW PKS Agung

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Rapat Paripurna pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno, mundur. Padahal, paripurna tersebut sempat dijadwalkan akan digelar pada hari ini, 22 Juli 2019.

Adapun dua nama calon yang sudah diajukan partai pengusung ke DPRD DKI Jakarta, yakni Mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, dan Sekretaris DPW PKS Agung Yulianto.

"Karena sampai hari ini belum ada penjadwalannya, jadi ya mundur. Karena sampai hari ini belom rapim," ujar Wakil Ketua Pansus pemilihan wagub DKI Bestari Barus saat dikonfirmasi, Senin (22/7/2019).

Bestari, belum bisa memastikan kapan paripurna pemilihan digelar.

Sebab, ia mengatakan salah satu alasan mundurnya paripurna tersebut adalah karena rapimgab yang memahas tatib pemilihan belum juga dilaksanakan.

Rapimgab tersebut mundur beberapa kali lantaran berbagai alasan. Diantaranya pada 15 Juli 2019, rapimgab harus batal digelar dengan alasan tidak kuorum.

Setelah itu, pada 16 Juli 2019 rapimgab tatib tersebut kembali batal digelar karena ada beberapa pihak yang tak bisa hadir.

"Tatib ini belum bisa dipakai. Udah beberapa kali (batal), dan kita sebetulnya pansus sudah selesai. Hanya aja sampai hari ini mekanisme di dewan itu kan bukan pansus yang mengcall untuk rapim, kita kan gak bisa mengcall rapim. Yang bisa mengcall rapim itu sekwan, jadi belum dijadwalkan," kata Bestari.

Tata tertib atau yang disingkat tatib, disusun oleh anggota pansus untuk keperluan pemilihan calon DKI II.

Setelah draf tatib tersebut sudah selesai, maka DPRD harus menggelar parimgab untuk membahas mengenai pasal-pasal yang ada dalam tatib tersebut hingga tatib bisa disahkan dalam paripurna pengesahan tatib.

Catat ! Ini Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini Senin 22 Juli 2019

Persib Taklukkan PSIS Semarang: Strategi Robert Alberts,  Indra Mustafa Impresif, Drama 10 Kartu

Jadwal Pelayanan SIM Keliling Tangerang  Senin 22 Juli 2019

Jika tatib tersebut sudah disahkan, maka mekanisme selanjutnya adalah penentuan anggota panitia pemilihan yang bertugas menetapkan calon.

Dalam hal ini, Bestari mengatakan bahwa pengumuman anggota panlih akan dilakukan bersamaan dengan paripurna pengesahan tata tertib.

"Begitu pansus tatibnya diparipurna pengesahan, 'sah ya ini tatibnya' tok!, masuk paripurna kedua langsung pengumuman nama panlih. Hari itu juga iya. Mulai hari itu juga panlih mulai bekerja," kata Bestari Selasa (9/7/2019) lalu.

Setelah serangkaian mekanisme tersebut dijalankan, barulah DPRD DKI Jakarta bisa menggelar bamus untuk menetapkan jadwal paripurna untuk pemilihan Wagub DKI Jakarta dilaksanakan.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved