Sidang Praperadilan Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini

LBH akan mengajukan permohonan terkait ganti rugi atas kesalahan pihak termohon dalam penangkapan

Sidang Praperadilan Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Dua pengamen yang merupakan korban salah tangkap melapor ke PN Jaksel pada Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sidang praperadilan kasus empat pengamen korban salah tangkap akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu.

Agenda sidang itu berlangsung pukul 12.30 WIB pada Senin (22/7/2019).

Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang mendampingi keempat pengamen itu, Okky Wiratama Siagian mengatakan, sidang yang akan bergulir hari ini terkait pembacaan permohonan praperadilan dari pihak korban.

Dalam sidang praperadilan itu, pihak LBH akan mengajukan permohonan terkait ganti rugi atas kesalahan pihak termohon dalam penangkapan, penahanan dan pemeriksaan kliennya.

Mereka berencana akan menuntut ganti rugi kepada Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Sebelumnya, keempat pengamen yang saat itu masih berusia belasan tahun, Fikri (17), Fatahillah (12), Ucok (13), Pau (16), menjadi korban salah tangkap oleh pihak kepolisian pada tahun 2013.

Mereka dituduh membunuh pengamen lain dengan motif berebut lapak pengamen di bawah jembatan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Selama proses pemeriksaan pihak polisi, keempat pengamen itu mengaku disiksa saat berada di dalam tahanan.

Setelah merasakan dinginnya di balik jeruji besi selama tiga tahun, tepatnya tahun 2016, mereka dibebaskan dan dinyatakan tak bersalah.

Bujukan Suami untuk Berhenti Tak Mempan, Nunung Kerap Gunakan Narkoba di Pagi Hari

Keseruan Reuni Pondok Ponpes Latansa Setelah 14 Tahun Tak Bertemu

Mahkamah Agung memutuskan kliennya tidak bersalah melalui putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016.

"Di Mahkamah Agung, putusannya menyatakan membebaskan keempat anak kecil ini. Nah kami memberitahu mereka, ketika putusannya bebas maka ada hak mereka yang bisa dituntut ganti kerugian. Dan udah ada mekanismenya dari PP 92 Tahun 2015," ujar Okky. 

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved