Bangkai Pesawat Latih dan Korban Sudah Dievakuasi, Ini Mitos Sungai Rambatan Cimanuk

Pesawat latih Cessna 172 yang jatuh di Sungai Rambatan Cimanuk, Indramayu, berhasil dievakuasi pada Selasa (23/7/2019) pukul 14.20 WIB.

TRIBUNJAKARTA.COM, INDRAMAYU - Pesawat latih Cessna 172 yang jatuh di Sungai Rambatan Cimanuk, Indramayu, berhasil dievakuasi pada Selasa (23/7/2019) pukul 14.20 WIB.

Pesawat milik Angkasa Aviation Academy dengan Call Sign/Registrasi PK-WGU sebelum jatuh ke sungai sempat oleng dan menabrak kabel, Senin (22/7/2019).

Head of Training AAA Kapten Bulkan menerangkan, pesawat Cessna 172 S registrasi PK-WUG untuk latihan terbang sudah enam beroperasi.

"Usia pesawat itu adalah enam tahun dan dioperasikan AAA sejak 2013," kata Capt Bulkan saat dikonfirmasi Tribunnews.com pada Senin (22/7/2019).

Dia menjelaskan, dalam terbang latihan tersebut membawa dua siswa, yakni Arthur Arfa sebagai pilot in command (PIC) dengan 115 jam terbang, dan Salman Alfarisi (SA) sebagai Safety Pilot Stage Training Mutual memiliki 105 jam terbang.

Di hari jatuhnya pesawat, BPBD Indramayu dan Tim SAR Polairud Polda Jabar berhasil menemukan Arthur Arfa dalam kondisi hidup dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sementara Salman Alfarisi ditemukan meninggal 50 meter dari lokasi bangkai pesawat hari ini.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, bangkai pesawat yang dikemudikan Arthur Arfa dan Salman Alfarisi ditarik menggunakan satu unit alat berat.

Keduanya tercatat sebagai warga Pasuruan, Jawa Timur.

Tangan beko diikat di kedua sayap pesawat menggunakan tali tambang, kemudian ditarik ke permukaan.

Halaman
123
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved