Inspektorat Tangerang Selatan Dapat Permintaan Khusus Soal Hasil Investigasi Kasus Rumini

Namun sudah sepekan lewat sampai hari ini, Selasa (23/7/2019), wali kota belum juga menyampaikan kepada media.

Inspektorat Tangerang Selatan Dapat Permintaan Khusus Soal Hasil Investigasi Kasus Rumini
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Mantan guru honorer SDN Pondok Pucung 2, Rumini (44), melaporkan dugaan pungli di bekas sekolahnya mengajar ke Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Inspektorat Tangerang Selatan (Tangsel) sudah menyelesaikan hasil pemeriksaan khusus (riksus) atau investigasi terkait kasus Rumini, mantan guru honorer SDN Pondok Pucung 2 yang berusaha menguak kasus dugaan pungli di sekolah itu.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya,Kepala Inspektorat Tangsel, Uus Kusnadi, mengatakan, investigasi sudah rampung sejak Senin (15/7/2019) dan akan disampaikan ke wali kota keesokan harinya.

Uus tidak mau menyampaikan hasil investigasi itu, melainkan hanya untuk disampaikan ke wali kota.

Namun sudah sepekan lewat sampai hari ini, Selasa (23/7/2019), wali kota belum juga menyampaikan kepada media.

Polisi Bakal Periksa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Soal Kasus Rumini

Saat dihubungi kembali, Uus mengatakan, penyampaian investigasi itu sengaja dimundurkan.

Uus mengaku ada permintaan khusus untuk menahan penyampaian itu.

"Ads permintaan khusus, ada permintaan khusus ya," ujar Uus saat dihubungi awak media.

Saat ditanya pihak mana yang meminta laporan investigasi itu ditahan, Uus enggan mengungkapnya.

"Belum bisa saya sampaikan ya," ujarnya.

Uus mengatakan, banyak pihak yang meminta hasil investigasi kasus dugaan pungli itu, termasuk dari Kementerian Pendidikan.

"Nanti eksposnya selain ke wali kota, dengan permintaan tertentu kan banyak yang minta ya, termasuk Ditjen Kementerian Pendidikan juga ada. Iya yang minta hasilnya," ujarnya.

Pengunduran itu diperkirakan sampai Senin (29/7/2019) pekan depan.

"29 itu mungkin wali kota yang akan menyampaikan. Mungkin 29 sore," tutupnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved