Kena Gusur Proyek Tol Becakayu, Pengelola Islamic Centre Berharap Bantuan Pemerintah

"Karena ini tanah pemerintah, bersdasrkan UU (undang-undang) jadi tidak dapat ganti rugi," kata Paray.

Kena Gusur Proyek Tol Becakayu, Pengelola Islamic Centre Berharap Bantuan Pemerintah
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kawasan Islamic Centre Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Sebagian lahan kawasan Islamic Centre Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Bekasi Selatan, Kota Bekasi dipastikan terkena dampak pembebasan lahan untuk kepentingan proyek Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2A akhir.

Ketua pengurus Yayasan Nurul Islam KH Noer Ali selaku pengelola Islamic Centre Bekasi, Paray Said berharap, pemerintah pusat maupun daerah bisa memberikan bantuan untuk pengembangan kawasan pusat kegiatan islam tersebut.

"Karena ini tanah pemerintah, bersdasrkan UU (undang-undang) jadi tidak dapat ganti rugi," kata Paray saat dikonfirmasi, Selasa (23/7/2019).

"Tapi kita ingin ada kebijakanlah buat islamic karena kita butuh dana yang cukup besar, khususnya terkait pembanungan masjid. Kalau bangunan yang kena (dampak penggusuran) itu kan diganti, tapi kita berharap ada peyesuain-penyesuain gara-gara itu," tambahnya.

Paray menjelaskan, beberapa bangunan yang ada di Islamic Centre Bekasi akan terkena dampak seperti, sekolah taman kanak-kanak serta rumah imam, rumah kompos dan sebagian asrama.

"Kalau bangunan vital itu tidak kena, asrama kena sedikitlah, masjid tidak kena Insya Allah, kalau waktu rencana pembebasan lahan 8000 meter itu kena (masjid)," jelasnya.

Namun sampai saat ini, pihaknya belum membicarakan secara detail terkait ganti rugi bangunan yang terkena dampak penggusuran.

"Belum (perbincangan ganti rugi bangunan) ini kan baru tahap satu yakni pengukuran. taha 1 sudah selesai tinggal tahap 2 dan 3 yang kemungkinan tuntas pas bulan Agustus," imbuhnya.

Saat ini pengelola yayasan juga tengah memikirkan lokasi yang nantinya akan dijadikan tempat untuk relokasi bangunan-bangunan yang terkena gusur proyek Tol Becakayu.

"Kita lagi cari supaya tetap ada kesimbangan antara lahan terbuka dengan lahan terbangun. tapi tetap di lahan komplek Islamic Centre insyaallah, semoga ada bantuan dari pem pusat lah ada bantuan disamping dari pemkot, karena banyak yang akan kita bangun," ucapnya.

Dia menjelaskan, Islamic Center Bekasi telah didirikan sejak 1991, dibangun di atas lahan seluas 39.0000 meter persegi. Sebanyak 4986 meter persegi dipastikan terkena dampak pembangunan Tol Becakayu.

Di dalam Islamic Center Bekasi, beridir sejumlah bangunan mulai dari Masjid, sekolah, gedung lembaga kosultasi islam, Aula, Perkantoran seperti MUI Kota Bekasi, Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, serta sejumlah kantor organisasi sosial.

Islamic Center Bekasi juga sampai sampai saat terus menjadi pusat dakwah dan kegiatan islam. Beridir atas dasar inisiasi sejumlah tokoh Bekasi yang diprakarsai KH Noer Ali seorang pahwalan nasional asal Bekasi.

"Hampir 5000 meter, tadinya kita kena 8000 meter tapi setelah perbincangan diukur lagi hanya segitu (4.986 meter persegi)," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved