Breaking News:

Meriahkan Hari Anak, Polantas Polres Tangsel Main Ular Tangga Bersama Siswa TK

Di papan ular naga berukuran 2,5x2,5 meter itu terdapat kotak-kotak berisi rambu lalu lintas dan imbauan-imbauan tertib berkendara

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Polisi Lalu Lintas (Polantas) dari Polres Tangerang Selatan (Tangsel) bermain bersama anak-anak TK di Sekolah Tunas Indonesia, Pondok Aren, Selasa (23/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional, Polisi Lalu Lintas (Polantas) dari Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengunjungi anak-anak TK di Sekolah Tunas Indonesia, Pondok Aren, Selasa (23/7/2019).

Anak-anak yang biasa bermain sambil belajar bersama guru-guru mereka pun kali ini mendapat suasana baru.

Mereka bermain ditemani Pak Polisi, sambil bernyanyi dan bersenang-senang bersama.

Para Polantas sudah mempersiapkan permainan ular tangga, namun dengan tema tertib berlalu lintas.

Di papan ular tangga berukuran 2,5x2,5 meter itu terdapat kotak-kotak berisi rambu lalu lintas dan imbauan-imbauan tertib berkendara.

Anak-anak terlihat gembira dan berlomba ingin ikut bermain bersama pria berseragam yang dipanggil Pak Polisi itu.

Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara, yang ikut hadir, mengatakan, permainan ular tangga tersebut memang sudah dipersiapkan pihaknya untuk mengedukasi anak-anak secara menyenangkan.

"Kami memberikan satu set permainan ular tangga tertib lalu lintas di mana permainan ini bisa dimanfaatkan anak-anak sekolah untuk hiburan dan suatu media untuk belajar tentang tertib lalu lintas, di sana ada edukasi dalam nilai-nilai berlalu lintas," ujar Lalu kepada awak media.

Lalu juga menjelaskan, permainan ular tangga tertib lalu lintas mengandung nilai-nilai penghargaan dan hukuman yang bisa memberikan edukasi kepada anak-anak untuk selalu mematuhi peraturan.

KPU Kota Tangerang Tetapkan 50 DPRD Kota Tangerang, Berikut Daftar Namanya

Sederet Fakta Aksi Jambret di Bekasi, Kronologi, TKP yang Sepi Hingga Korban Mengalami Trauma

"Jenis ular tangga tertib lalu lintas ini sama halnya dengan permainan ular tangga tapi di situ poin-poinnya kita rubah dengan nilai-nilai dalam berlalu lintas. Misal di sana ada nilai positif berlalu lintas maka dia akan mendapatkan penghargaan naik tangga mendapatkan angka yang besar. Kemudian bila di situ mendapatkan tempat yang melanggar lalu lintas akan turun dan mendapat angka yang kecil," ujarnya.

Selain mengedukasi lewat permainan, Lalu juga mengatakan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan polisi dengan anak-anak.

Hal itu demi menghapus stigma negatif polisi yang banyak disebut keras, kaku dan tidak bisa membaur.

"Kami juga mengadakan kegiatan di sini untuk menghilangkan kesan anak-anak takut terhadap kepolisian bahwa kami juga sahabat anak-anak dan kami juga ingin menanamkan budaya tertib lalu lintas di usia dini," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved