Polisi Sebut Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Tangsel Didominasi oleh Anak-anak

Lalu juga menjelaskan, banyak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan anak-anak, terutama karena belum memiliki surat izin mengemudi (SIM)

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Lalu Hedwin Hanggara, selepas bermain bersama anak-anak Sekolah Tunas Indonesia, Pondok Aren, dalam rangka Hari Anak Nasional, Selasa (23/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Lalu Hedwin Hanggara, mengungkap fakta bahwa angka kecelakaan di wilayahnya didominasi oleh anak-anak.

Lalu merinci, angka yang dimaksud anak-anak tersebut adalah usia 10-17 tahun.

"Justru angka kecelakaan, anak-anak pelajar memang paling banyak dia. Paling banyak usia produktif ya, dari usia 10-17 tahun memang paling banyak di Tangsel ini," ujar Lalu selepas bermain bersama anak-anak Sekolah Tunas Indonesia, Pondok Aren, dalam rangka Hari Anak Nasional, Selasa (23/7/2019).

Lalu juga menjelaskan, banyak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan anak-anak, terutama karena belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Terutama, anak-anak itu menggunakan sepeda motor untuk berangkatke sekolah.

"Anak-anak banyak menggunakan sepeda motor ya, dia belum memiliki SIM. Dia berangkat sekolah banyak menggunakan sepeda motor," ujarnya.

Pihaknya pun sudah sering mengimbau kepada pihak sekolah untuk mengedukasi kepada orang tua dan para pelajarnya untuk tidak menggunakan motor sebelum memiliki SIM.

Nunung Terjerat Narkoba, BNN: Narkoba itu Bukan Lawakan

Beli All New Nissan Livina di GIIAS 2019, Bisa Dapat Nissan March

"Sudah kita imbau kepada pihak sekolah untuk sama-sama menjelaskan kepada orang tua, kepada anak untuk tidak menggunakan sepeda motor yang memang belum anak tersebut belum punya izin mengendarai kendaraan tersebut," ujarnya.

Pelajar atau murid yang belum memiliki SIM dan mengandarai motor bisa membahayakan diri sendiri dan pengendara lainnya.

"Karena ini kan pasti membahayakan, untuk anak itu sendiri dan pengguna jalan yang lain, karena kan anak-anak ini secara psikologis belum mampu untuk mengendarai kendaraan bermotor," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved