Ibadah Haji 2019

Ragam Peristiwa Aneh Hingga Lucu Ini Dialami jemaah Haji Indonesia Selama di Makkah Al Mukarromah

Sebagai jemaah haji dengan jumlah terbesar dunia berbagai hal serius, aneh hingga lucu dialami jemaah haji Indonesia selama di Makkah Al Mukarromah

Editor: Muji Lestari
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Rustam Effendi Hasibuan, Linjam sektor 9 tengah memberikan edukasi kepada Jemaah Calon Haji (JCH) asal Balikpapan di Hotel 914, Reabbakshy, Kota Makkah, Senin (22/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKKAH – Sebagai jemaah haji dengan jumlah terbesar dunia dengan beragam sifat serta perilakunya tentu banyak permasalahan.

Serius, aneh hingga lucu dialami jemaah haji Indonesia selama di Makkah Al Mukarromah.

Hal ini bisa dimaklumi karena tidak semua jemaah haji Indonesia berasal dari kota dan berpendidikan mumpuni.

Bahkan mayoritas dari 231 ribu jemaah haji Indonesia berusia lanjut dan banyak dari mereka yang baru pergi ke kota besar.

Rustam Effendi Hasibuan, Panitia Petugas Haji Indonesia (PPIH) dari bagian Perlindungan Jemaah (Linjam) yang bertugas di sektor 9 menceritakan berbagai masalah jemaah haji, saat memberikan edukasi kepada jemaah haji asal Balikpapan di Hotel 914, Reabbakshy, Kota Makkah, Senin (22/7/2019).

Ini Tiga Program Gerakan Sukses untuk Jaga Kesehatan Jemaah Haji Indonesia dari Sakit

“Ada jemaah yang tercecer uang 1.000 riyal lebih, ada juga jamaah yang mutar-mutar tinggal pakai baju dalaman. Ada yang diajak mutar2 orang tidak dikenal. Kejadian terakhir jamaah ambil wudu, air tidak dimatikan. Kartu kunci dibawa, kamar banjir,” katanya.

Rustam meminta agar jemaah perlu disiplin dan waspada.

Jika mau keluar ruangan pastikan kamar aman.

“Sudah ada kejadian ada jemaah masak di dalam kamar. Itu rawan kebakaran. Kompornya bisa meleduk,” katanya.

“Pastikan semua yang berkenaan dengan listrik tercabut. Kemudian pastikan atribut saat keluar sudah lengkap. Jangan terlalu banyak membawa uang. Ada yg mau beli tasbih harga tujuh juta. Ngeri. Ini benar terjadi,” tambah Rustam.

Dua Jemaah Haji Indonesia Terinjak-injak Akibat Berebut Ingin Cium Hajar Aswad

Selama pantauan di Makkah memang ada saja jamaah yang terlihat mutar-mutar dari satu toko ke toko lain.

“Jadi coba konsentrasi ke ibadahnya. Semua yang perlu di bawa ya di bawa. Buat antisipasi jika terlepas dari rombongannya,” ujar Rustam.

Masalah keselamatan dari lalu lintas kendaraan juga harus diperhatikan oleh jemaah haji.

Sebab cara berkendara orang Arab sangat beda jauh dengan cara berkendara orang di tanah air.

“Jika nyeberang juga hati-hati. Pengendali mobil di sini semuanya nginjak gas. Segan untuk nginjak rem. Tunggu saja sampai sepi dulu. Hati-hati sebaiknya berombongan saat menyeberang, faktor keamanan itu penting,”katanya.

Tak Ada Informasi Penggunaan Kain Ihram Menjadi Kendala Utama Calon Haji di Embarkasi Jakarta

Masalah ini semakin pelik karena tidak semua orang di Arab Saudi bisa dipercaya.

Salah satunya ada oknum yang menyamar sebagai petugas haji dari Indonesia atau petugas haji gadungan yang tega melakukan penipuan terhadap jemaah haji Indonesia.

“Petugas gadungan juga ada, menyamar dan bisa bahasa Indonesia. Memang orang Indonesia, kalau tidak pakai seragam, bilang petugas, jangan percaya. Petugas keluar selalu pakai seragam,” tegas Rustam.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved