Pemilu 2019

10 Panita Pemilihan Kecamatan Cilincing Divonis Bebas, Caleg Pelapor Kecewa

Dengan hasil putusan tersebut, pelapor, Caleg DPRD DKI Nomor Urut 1 dari Partai Demokrat H. Sulkarnain mengaku kecewa.

10 Panita Pemilihan Kecamatan Cilincing Divonis Bebas, Caleg Pelapor Kecewa
ISTIMEWA
Sidang putusan 10 PPK Koja dan Cilincing di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (24/7/2019). 

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan kejaksaan mempertimbangkan putusan hakim yang menolak tuntutan jaksa soal hukuman satu penjara terhadap para anggota PPK tersebut.

"Kita akan pelajari dulu bagaimana nanti kedepannya. Kita akan koordinasi juga dengan kejaksaan," ucap Sulkarnain.

Sementara itu kuasa hukum terdakawa, La Radi Eno mengatakan pihaknya menyambut baik putusan majelis hakim.

Akan tetapi, ia tidak menganggap perkara ini soal menang dan kalah, melainkan soal mencari keadilan.

"Tidak ada persoalan menang dan kalah. Tapi yang terpenting adalah mencari keadilan sesungguhnya," kata dia.

Sekadar informasi sebanyak 10 orang anggota PPK Kecamatan Koja dan Cilincing didakwa terlibat tindak pidana pemilu berupa penghilangan suara caleg DPRD DKI Jakarta.

Mereka dilaporkan oleh Caleg DPRD DKI Nomor Urut 1 dari Partai Demokrat H. Sulkarnain yang protes lantaran suaranya diduga berpindah ke caleg Demokrat lainnya.

Tim jaksa penuntut umum menuntut ke-10 anggota PPK tersebut hukuman satu tahun penjara karena dianggap lalai menjalankan tugas.

Perkara ini berawal dari laporan Sulkarnain dan Caleg DPRD DKI dari Partai Gerindra M. Iqbal Maulana tentang adanya manipulasi suara.

Berdasarkan laporan, Sentra Gakkumdu Jakarta Utara langsung melaksanakan penyelidikan dan penyidikan secara tuntas.

Halaman
123
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved