Ibu Pengamen Korban Salah Tangkap Bantah Anaknya Jadi Pembunuh: Dia Aja Saya Gertak Takut

Orangtua salah satu pengamen korban salah tangkap, Netty Samosir (47) hadir sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ibu Pengamen Korban Salah Tangkap Bantah Anaknya Jadi Pembunuh: Dia Aja Saya Gertak Takut
Tribunjakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Netty, ibu dari Ucok, salah satu korban salah tangkap pada Rabu (24/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Orangtua salah satu pengamen korban salah tangkap, Netty Samosir (47) hadir sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam kesaksiannya, Netty tak menyangka anaknya Arga Putra Samosir alias Ucok (13) turut terlibat membunuh Diki Maulana di Cipulir, Kebayoran Lama pada tahun 2013.

Netty meyakini Ucok merupakan korban salah tangkap saat dimasukkan ke Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya sebelum dijadikan tersangka.

"Dia aja saya gertak takut, kan waktu itu dia masih 13 tahun," ujar Netty dalam kesaksiannya di ruang sidang di hadapan Majelis Hakim pada Rabu (24/7/2019).

Ucok dikenal oleh Netty sebagai pribadi yang tertutup.

"Dia memang orangnya tertutup. Kalau ada apa-apa dia enggak mau cerita," tambahnya.

Bahkan, Netty sebenarnya tak setuju dengan Ucok yang menjadi pengamen.

"Dulu itu kan dia ngamen, dia itu curi-curi ngamennya kalau ketahuan kan saya marahi. Saya mesti bertanggung jawab sama anak saya. Tapi kemudian tiba-tiba orang Polda datang ke rumah. Bilang anak saya ditahan," lanjutnya.

Mendengar jawaban polisi bahwa anaknya terlibat pembunuhan, Netty pun sempat tak sadarkan diri.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved