GIIAS 2019

Investor Asing Bebas Bangun Pabrik di Indoesia, Gaikindo: Uang Enggak Kenal Negara

Selain Hyundai, Yohannes mengatakan ada pabrikan asal Jepang yang berencana memperluas wilayah pabriknya.

Investor Asing Bebas Bangun Pabrik di Indoesia, Gaikindo: Uang Enggak Kenal Negara
Warta Kota/Alex Suban
Pekerja memeriksa mesin mobil R-NR Toyota yang dibuat di pabrik Plant 3 Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang baru dioperasikan di Karawang, Jawa Barat, Senin (7/3/2016) pagi. Di pabrik ini dibuat mesin bensin alumunium untuk mobil penumpang untuk pabrik mobil Toyota di Asia. Mesin dari parbrik ini memiliki kandungan lokal 80 persen. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, menyebut investor asing bebas membangun pabrik otomotif di Indonesia.

Yohannes, sapaannya, mengatakan brand mana saja boleh masuk ke Indonesia.

Baik dari negara Asia, Eropa, dan belahan dunia lainnya.

"Kami netral sekali, uang enggak kenal negara. Jepang mau investasi, Korea mau investasi, Tiongkok mau investasi semua boleh," kata Yohannes, pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/7/2019).

Saat ini, lanjutnya, brand Hyundai menjadi pabrikan Korea Selatan yang membangun pabrik otomotif di Indonesia.

Selain Hyundai, Yohannes mengatakan ada pabrikan asal Jepang yang berencana memperluas wilayah pabriknya.

"Kemarin sudah dikatakan pak Airlangga, ada beberapa pabrik seperti Toyota, memiliki rencana untuk memperluas pabriknya. Terutama ke arah elektrifikasi," tutur Yohannes kepada Wartawan.

Pabrikan otomotif asal Tiongkong, BYD, pun berencana ingin bangun pabrik di Indonesia.

Namun, kata Yohannes, belum ada kejelasan ihwal hal tersebut.

"Belum jelas semuanya," ucapnya.

Karena ini ranah bisnis, sambungnya, harus ada keuntungan yang tak perlu persoalkan merek apa dan dari mana.

"Ini bukan soal kalah atau menang. Ini soal bisnis. Kalau menguntungkan, pasti mereka datang," ujar Yohannes.

Yohannes menegaskan, hal terpenting yang dipikirkan Gaikindo yakni investor asing banyak yang masuk.

"Itu yang paling penting. Investasi di Indonesia, jadi basis produksi, kemudian di-ekspor, karena itu menunjang dua poin, menghasilkan devisa dan tenaga kerja lokal," jelasnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved