Ibadah Haji 2019

Jemaah Haji di Makkah Semakin Padat, Keamanan di Masjidil Haram Makin Diintensifkan

Makin dekat ke masa puncak haji jemaah haji dari berbagai negara makin banyak memenuhi Masjidil Haram setiap saat.

Editor: Muji Lestari
(Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)
Jemaah haji Indonesia membludak di terminal Syib Amir, Makkah, Selasa (23/7/2019) malam. Banyak jemaah haji Indonesia menunggu antrian bus untuk kembali ke hotel usai melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH – Makin dekat ke masa puncak haji jemaah haji dari berbagai negara makin banyak memenuhi Masjidil Haram setiap saat.

Tak terkecuali jemaah haji Indonesia yang saat ini sudah hampir separuhnya dari 231 ribu jemaah sudah berada di Makkah.

Untuk itu, Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Maskat Ali Jasmun menjelaskan tentang sistem pengamanan jemaah haji yang saat ini kian diintensifkan.

“Pembagian petugas pengamanan antara siang dan malam di Haram sama saja, justru malam lebih tinggi intensitasnya terkait jamaah yang melakukan malam ibadah umrahnya, mereka pilih malam karena ketika selesai ademlah ya. Enggak seperti siang hari, dan ini berat, jemaah melawan cuaca saja sudah berat apalagi saat siangnya,” kata Maskat, Rabu (24/7/2019).

Pihaknya telah menempatkan petugas di pos-pos stasioner untuk bersiaga membantu jemaah yang memerlukan bantuan di sekitar Masjidil Haram.

Rawan Terpisah dari Rombongan, Ini Tips untuk Jemaah Haji saat Ibadah di Masjidil Haram

Namun lantaran jumlah jemaah yang banyak dan petugas yang kerap kali mobile, maka ia tetap menyarankan agar jemaah selalu menjaga keamanan dirinya sendiri.

Maskat juga menyarankan agar jemaah selepas menunaikan ibadah salat isya misalnya tidak langsung bergegas untuk pulang ke pemondokan, karena hal itu akan membuat penumpukan dan antrean yang parah di terminal bus shalawat.

“Karena bubarnya bareng pasti menimbulkan kepadatan di terminal-terminal maka sarannya setelah salat jangan buru-buru pulang, satu jam dulu di dalam masjid baru setelah itu pulang,” katanya.

Selain itu, Jemaah yang baru saja sampai di Kota Mekkah disarankan untuk menunaikan ibadah umrah wajibnya di malam hari untuk mempertimbangkan faktor cuaca dan kepadatan di Masjidil Haram saat ini.

Ramai Jemaah Haji Berebut hingga Terluka, Ini Hukum Mencium Hajar Aswad Sebenarnya

“Maka pemerintah memberikan imbauan kepada jamaah dari Indonesia yang baru sampai ke Mekkah baik dari Jeddah maupun dari Madinah sebelumnya ketika melaksanakan umrah, dilaksanakan malam hari karena siang sangat panas,” kata Maskat.

Mekkah di siang hari saat ini rata-rata suhunya mencapai di atas 40 derajat.

Bahkan sempat mencapai 50 derajat sehingga sangat mengagetkan bagi masyarakat yang terbiasa hidup di udara tropis.

Untuk itulah, Maskat mengimbau jamaah untuk memanfaatkan waktu beribadah di malam hari saat akan berangkat ke Masjidil Haram.

“Kalau posisinya malam hari, misalnya masuk setelah salat isya, kemungkinan di ruang pelaksanaan tawaf itu utuh, berbeda kalau masuk ke haram dalam waktu salat rawatib, mungkin akan terpecah karena ada adzan, kalau ada adzan, berarti ada pengelompokan jamaah laki-laki dan perempuan di tempat yang sudah ditentukan dan berbeda,” katanya.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved