KNKT Duga Posisi Truk Pertamina dan Calya yang Terbakar di Tol Wiyoto Wiyono Berubah Akibat Ledakan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ikut turun tangan membantu olah TKP Truk Pertamina bermuatan 24 ribu liter BBM yang terbakar di Tol

KNKT Duga Posisi Truk Pertamina dan Calya yang Terbakar di Tol Wiyoto Wiyono Berubah Akibat Ledakan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Investigator in Charge KNKT Achmad Wildan di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ikut turun tangan membantu olah TKP Truk Pertamina bermuatan 24 ribu liter BBM yang terbakar di Tol Wiyoto Wiyono, Minggu (21/7/2019) pukul 01.45 WIB.

Investigator in Charge KNKT, Achmad Wildan mengatakan hipotesa sementara truk tangki berpelat B 9851 SEH berhenti mendadak di tengah jalan dengan kemungkinan dua sebab.

"Hand brake (rem tangan) ditarik atau sistem interlocknya (pengunci otomatis) bekerja. Kalau hand break ditarik enggak mungkin. Berarti kemungkinan yang berikutnya interlocknya bekerja," kata Wildan di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2019).

Hipotesa tersebut berasal dari keterangan seorang pengemudi yang melintas sebelum truk dan Toyota Cayla berpelat B 2230 TOW terbakar dekat GT Rawamangun.

Wildan menuturkan sistem pengunci otomatis baru bekerja bila terjadi benturan kencang yang dalam kasus ini akibat ditabrak Calya.

Merujuk keterangan seorang pengemudi yang jadi saksi, posisi truk dengan Calya sempat berhadap-hadapan sebelum kedua kendaraan terbakar.

"Belum meledak, cuman di atas manhole (tutup tangki) ada api. Berarti api di manhole asalnya pasti dari interlock tadi. Kalau terjadi di api di situ, ada benda yang sudah terbakar, ada objek, ada pemantik," ujarnya.

Meski saat pemadam tiba di lokasi sekira pukul 01.53 WIB tangki sudah menimpa bagian depan mobil Calya yang dikemudikan Peter Christian Djaja (26).

Wildan mengatakan keterangan saksi masuk akal karena truk bermuatan 24 ribu liter BBM yang terdiri dari jenis Premium, Pertalite, dan Pertamax dengan masing-masing 8.000 liter.

Wali Kota Jakarta Utara Kampanyekan Gemar Membaca untuk Anak-anak

1.790 Pemohon Rumah DP 0 Rupiah Lolos ke Tahap Pengajuan Permohonan Kredit dan Pemilihan Unit

Muatan BBM yang semestinya dikirim ke SPBU di wilayah Jatibening, Bekasi itu membuat api di bagian atas tangki hanya butuh hitungan detik sebelum meledak dan merubah posisi truk.

"Sifatnya tangki kalau meledak itu naik ke atas, maju ke depan. Enggak mungkin ke kanan-kiri. Nah ini pada saat naik, jatuh berguling menimpa Calya," tuturnya.

Meski baru hipotesa awal, Wildan yakin truk yang diawaki sopir Asep Abdurohman (35) dan kernet Ahmad Wagiyonto (23) melaju di jalur tengah jalan dari arah Tanjung Priok.

Sementara dari arah yang sama Calya melaju di lajur kiri lalu menghantam truk tangki hingga menyebabkan sistem pengunci otomatis truk bekerja.

"Posisi awal pasti tangki ada di jalur tengah, Calya di lajur kiri, pasti. Ini yang lagi kita cari, jadi di sini, kurang lebih hipotesa sementara seperti itu. Saya lagi cari hipotesa yang memperkuat hipotesa saya," lanjut Wildan.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved