Breaking News:

Pemkot Bekasi Ambil Alih Penarikan Retribusi Parkir di Alfamart dan Indomaret

Menurut dia, selama ada potensi pendapatan baik di perkampungan, perumahan, jalan protokol akan ditarik.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa/Dokumen Dishub Kota Bekasi
Petugas Dishub saat melakukan pendataan di sejumlah titik toko ponggir jalan di Kota Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai melakukan penarikan retribusi parkir pengunjung Alfamart dan Indomaret serta toko-toko lain di wilayah setempat.

Hal ini dilakukan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir yang belum terserap khusus toko-toko pinggir jalan.

"Kita mulai melakukan (retribusi) kategori parkir onstreet, atau parkir yang tidak pakai palang pintu di toko-toko pinggir jalan," kata Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Deded Kusmayadi saat dikonfimasi, Rabu (24/7/2019).

Saat ini proses pendataan sedang berlangsung, tidak ada kategori toko yang akan ditetapkan retribusi parkir. Menurut dia, selama ada potensi pendapatan baik di perkampungan, perumahan, jalan protokol akan ditarik.

"Sekarang ditarik atau enggak sama pemerintah mereka (pengunjung) tetap membayar parkir kepada ormas (organisasi masyarakat), RT atau lainnnya, dari pada begitu mending kita masukkan ke pendapatan daerah," ungkap Deded.

Cegah Anak Stunting, Puskesmas Kramat Jati Bagikan Tablet Penambah Darah ke Remaja Putri

Wali Kota Tangerang Wacanakan Relokasi Stasiun Tanah Tinggi

Adapun tarif yang nantinya akan dikenakan sebesar Rp 2000 untuk setiap pengunjung yang membawa kendaraan. Teknis penarikan sendiri akan diatur tim dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi.

"Sekarang pendataan masih berlangsung oleh petugas Dishub, mudah-mudahan dua minggu lagi selesai," jelas dia.

Deded menyebutkan, kedepan bukan hanya toko seperti Alfamart dan Indomaret yang akan dikenakan biaya retribusi parkir, toko-toko lain atau tempat kegiatan usaha yang berpotensi memberikan pendapatan daerah sektor parkir akan ditarik.

"Ini instruksi langsung dari Pak Walikota agar potensi pendapatan daerah dari sektor parkir dapat terserap," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved