Breaking News:

Penarikan Retribusi Parkir Minimarket di Bekasi Dianggap Kurang Tepat

"Retribusi parkir tidak bisa dipungut dari lahan yang bukan milik Pemkot," kata Choiruman, Rabu (24/7/2019).

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
ILUSTRASI Mini market di Jalan Ki Hajar Dewantara, dekat kantor kelurahan Ciputat, kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu dini hari (9/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Choiruman Juwono Putro menilai, penarikan retribusi parkir onstreet di minimarket seperti Alfamart, Indomaret kurang tepat.

Dia menjelaskan, retribusi daerah diatur dalam dalam Undang-undang nomor 28 tahun 2009, dimana pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan pribadi atau badan.

"Retribusi parkir tidak bisa dipungut dari lahan yang bukan milik Pemkot," kata Choiruman, Rabu (24/7/2019).

Sehingga yang paling tepat menurut dia, pengutan terhadap parkir minimarket adalah pajak parkir. Hal ini dinilai sesuai dengan aturan undang-undang yang ada.

Dimana dalam aturan tersebut kata Choiruma, pajak parkir dipungut atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berakaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor.

"Sehingga yang tepat adalah pengenaan pajak parkir terhadap lahan parkir di minimarket," jelas dia.

Namun fakta di lapangan, kendala yang muncul untuk pengenaan pajak parkir minimarket yakni pengusaha tidak menarik parkir terhadap pengunjungnya, kebanyakan parkir minimarket dilakukan secara ilegal oleh ormas atau warga setempat.

Kebanyakan minimarket membebaskan parkirnya, mereka tidak menyelenggarakan parkir berbiaya, sehingga tudak bisa dikenakan pajak parkir," imbuhnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai melakukan penarikan retribusi parkir pengunjung Alfamart dan Indomaret serta toko-toko lain di wilayah setempat. Hal ini dilakukan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir yang belum terserap khusus toko-toko pinggir jalan.

"Kita mulai melakukan (retribusi) kategori parkir onstreet, atau parkir yang tidak pakai palang pintu di toko-toko pinggir jalan," kata Sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Deded Kusmayadi saat dikonfimasi, Rabu (24/7/2019).

Saat ini proses pendataan sedang berlangsung, tidak ada kategori toko yang akan ditetapkan retribusi parkir. Menurut dia, selama ada potensi pendapatan baik di perkampungan, perumahan, jalan protokol akan ditarik.

"Sekarang ditarik atau enggak sama pemerintah mereka (pengunjung) tetap membayar parkir kepada ormas (organisasi masyarakat), RT atau lainnnya, dari pada begitu mending kita masukkan ke pemdapatan daerah," ungkap Deded.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved