Polisi Prediksi Kecepatan Truk Pertamina Kecelakaan hingga Terbakar di Tol 53,8 Kilometer Per Jam

Perihal kondisi truk, Agus menyebut truk yang bagian kepalanya terpisah lalu jatuh terbakar depan GT Rawamangun bersama dua awaknya itu laik jalan.

Polisi Prediksi Kecepatan Truk Pertamina Kecelakaan hingga Terbakar di Tol 53,8 Kilometer Per Jam
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Agus Sumarno di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Truk tangki Pertamina bermuatan 24 ribu liter BBM yang terbakar di Tol Wiyoto Wiyono pada Minggu (21/7/2019) pukul 01.45 WIB lalu diperkirakan melaju dalam kecepatan 53,8 km per jam.

Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Agus Sumarno mengatakan perkiraan didasarkan pada hasil olah TKP manual kecelakaan yang menewaskan 3 orang.

"Dugaan sementara kecepatan truk adalah 53,8 km per jam. Berdasarkan hitungan manual menggunakan rumus jenis kendaraan, berat muatan, batas rem, lebar rem, dan sebagainya," kata Agus di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2019).

Dugaan tersebut beda dengan perkiraan kecepatan truk disampaikan Corporate Secretary PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Indah Dahlia Lavie pada hari kejadian.

Dalam rilisnya, berdasar CCTV Indah menyebut truk yang diawaki sopir Asep Abdurohman (35), kernet Ahmad Wagiyonto (23) melaju dalam kecepatan 35 kilometer per jam.

Menanggapi hal perbedaan, Agus menuturkan kecepatan pasti dan kronologis kecelakaan yang terjadi sekira pukul 01.45 WIB harus menunggu hasil Traffic Analysis Accident (TAA).

"Butuh waktu tiga hari untuk mengolah data. Nanti semacam ada animasi 3 dimensi, jadi kami mengetahui berapa masing-masing kecepatan kendaraan dan benturannya," ujarnya.

Perihal kondisi truk, Agus menyebut truk yang bagian kepalanya terpisah lalu jatuh terbakar depan GT Rawamangun bersama dua awaknya itu laik jalan.

Merujuk informasi yang disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), truk Pertamina itu memiliki teknologi khusus.

"Kalau ditabrak secara otomatis mengerem secara auto break, itu khusus. Hanya beberapa truk saja, kondisi truknya bagus, masih layak jalan," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved