Pro Kontra Ambil Alih Retribusi Resmi Parkir Alfamart Indomaret di Kota Bekasi

Riyal warga Kota Bekasi mengatakan, kebijakan ini cukup memberatkan ketika setiap toko dikenakan parkir resmi

Pro Kontra Ambil Alih Retribusi Resmi Parkir Alfamart Indomaret di Kota Bekasi
Istimewa/Dokumen Dishub Kota Bekasi
Petugas Dishub saat melakukan pendataan di sejumlah titik toko pinggir jalan di Kota Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pemerintah Kota Bekasi berencana ambil alih retribusi sekaligus pengelolaan parkir Alfamart dan Indomaret di wilayah setempat. Hal ini dilakukan untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sektor parkir.

Pro kontra warga menanggapi kebijakan ini muncul, ada yang menilai kebijakan ini cukup memberatkan, ada juga yang merasa setuju. Sebab, selama ini banyak Alfamart dan Indomaret dikenakan parkir oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) maupun warga setempat.

Riyal warga Kota Bekasi mengatakan, kebijakan ini cukup memberatkan ketika setiap toko dikenakan parkir resmi. Meski kenyataanya selama ini, praktik pemungutan parkir di Alfamart dan Indomaret sudah banyak terjadi.

"Ke atm Indomaret markir 2000, beli teh thailand markir 2000, beli ayam geprek Bensu markir 2000, Stasiun kereta markir 6000, biaya parkir hari setara 1 porsi makan warteg," kata Riyal saat dijumpai di Indomaret Jalan Ir Juanda Bekasi Timur, Rabu (24/7/2019).

Hal yang sama juga diungkapkan, Enno Sari, dia mengaku cukup sering mampir ke Alfamart atau Indomaret untuk sekedar membeli minuman atau mengecek saldo ATM. Jika kemudian nantinya seluruh mini mareket di Kota Bekasi dikenakan retribusi resmi menurutnya cukup memberatkan.

"Selama ini kalau mau mampir ke Indomaret pasti sebisa mungkin cari yang enggak ada tukang parkirnya, tapi kalau semua udah wajib pakir kan susah, berarti semua ada tarif parkir enggak bisa cari yang free," ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Royhan mengaku setuju pegambialihan retribusi parkir oleh Pemkot Bekasi. Asal kata dia, ada jaminan kepada penggunjung ketika terjadi kehilangan kendaraan.

KNKT Duga Posisi Truk Pertamina dan Calya yang Terbakar di Tol Wiyoto Wiyono Berubah Akibat Ledakan

Wali Kota Jakarta Utara Kampanyekan Gemar Membaca untuk Anak-anak

"Setuju-setuju saja, asal jika ada kehilangan ada ganti rugi. Ya jangan seperti tukang parkir yang enggak jelas tiba-tiba datang, begitu ada yang kehilangan dia pun ikut ngilang," kata Royhan.

Sekertaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Deded Kusmayadi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap Alfamart dan Indomaret maupun tempat-tempat yang memiliki potensi pendapatan parkir.

"Sekarang ditarik atau enggak sama pemerintah mereka (pengunjung) tetap membayar parkir kepada ormas (organisasi masyarakat), RT atau lainnnya, dari pada begitu mending kita masukkan ke pemdapatan daerah," kata Deded.

"Sekarang pendataan masih berlangsung oleh petugas Dishub, mudah-mudahan dua minggu lagi selesai," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved