Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kurir Bawa 336 Kilogram Ganja di Bandara Soekarno-Hatta

Sambil tertunduk dan muka penuh penyesalan, Imron mendengar bacaan tuntutan yang dibacakan secara lantang oleh Erlangga.

Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kurir Bawa 336 Kilogram Ganja di Bandara Soekarno-Hatta
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Terdakwa Imron kurir narkotika jenis ganja via Kargo Bandara Soekarno-Hatta yang dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (25/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Imron atau terdakwa kasus penyelundupan 336 narkotika jenis ganja di wilayah Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta dituntut hukuman mati.

Imron menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tangerang ruang 4, Kamis (25/7/2019) sore hari ditemani beberapa sanak keluarganya.

Sidang dipimpin langsung oleh Nelson Panjaitan selaku Hakim Ketua dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oktaviandi dan Erlangga.

Sambil tertunduk dan muka penuh penyesalan, Imron mendengar bacaan tuntutan yang dibacakan secara lantang oleh Erlangga.

"Menyatakan terdakwa yaitu Imron terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukuk menjadi perantara dalam jual beli narkotika. Makan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan Pindana Mati," ujar Erlangga di PN Tangerang.

Sontak, seisi ruangan sidang langsung menahan nafas seakan kaget sambil menahan tangis. Beberapa anggota keluarga pun sudah berkaca-kaca sambil menutupi wajahnya.

Hakim Ketua dalam persidangan tersebut, Nelson Panjaitan mengatakan hasil tuntutan oleh JPU akan segera diproses dan dipertimbangkan.

"Terdakwa ada yang mau disampaikan? Tidak ada? Maka sidang lanjutan akan kita gelar minggu depan tanggal 29 Juli 2019 lah ya jangan lama-lama," kata Nelson.

Ditemui usai sidang, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Aka Kurniawan mengatakan, tidak ada yang meringankan dalam tuntutan terdakwa.

Halaman
123
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved