Jansen Tertawa Ditanya Sikap Demokrat Jika Tak Dapat Kursi Menteri, Politikus Nasdem Celetuk Begini

Bahas rekonsiliasi politik, Politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon tertawa saat ditanya soal kursi menteri.

Jansen Tertawa Ditanya Sikap Demokrat Jika Tak Dapat Kursi Menteri, Politikus Nasdem Celetuk Begini
YouTube Kompas TV
Ketua DPP Nasdem, Taufik Basari dan Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon di Kompas TV. 

"Jangan juga kamu pikir, Pak Jokowi nyaman-nyaman banget dengan partai-partai yang ada di 01, bisa saja tidak nyaman, dalam 3,5 bulan ke depan ini," tandasnya.

Ditanya Hubungan SBY & Megawati saat Bahas Arah Politik,ini reaksi Jansen Sitindaon

Disinggung soal hubungan SBY dan Megawati saat bahas arah politik, reaksi Politikus Demokrat, Jansen Sitindaon ini tuai gelak tawa.

Hal itu terlihat saat Jansen Sitindaon menjadi narasumber dalam program Apa Kabar Indonesia tvOne.

Awalnya Jansen Sitindaon membahas soal arah politik Partai Demokrat setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Jansen Sitindaon mengatakan bahwa sampai saat ini Partai Demokrat belum memutuskan apakah akan bergabung dengan partai pendukung Jokowi-Maruf Amin atau tidak.

"Sampai saat ini belum diputuskan apakah kita akan masuk ke dalam ring atau tetap di luar ring," ujar Jansen Sitindaon seperti dilansir dari YouTube Talk Show tvOne, Sabtu (29/6/2019).

"Tidak sulit kok ditebak," tambahnya.

Namun, Jansen Sitindaon memastikan jika kader Partai Demokrat siap menerima apa pun keputusan nanti.

Satpam Ini Tiduri 16 Wanita dan Gasak Perhiasannya, Modusnya Nyeleneh

Intip Daftar Ponsel Samsung Seri A di Bawah Rp 4 Juta dengan Spesifikasi Keren

Sebab, lanjutnya, Partai Demokrat memiliki pengalaman yang cukup jika memang akan bergabung mau pun menjadi opisisi.

"Kalau kita di luar kita toh lima tahun ini sudah di luar, jika pun di dalam pasti Partai Demokrat ini berbeda dengan partai lain, kalau partai lain, di dalam ga tau mau ngapain, kalau kita pernah 10 tahun di dalam," jelasnya.

Jansen Sitindaon juga memastikan bila nantinya SBY memutuskan untuk bergabung ke pemerintahan Jokowi, maka kontribusi Partai Demokrat akan berbeda.

Jansen Sitindaon
Jansen Sitindaon (Tribunnews.com)

"Kalau misalnya nanti Pak SBY memutuskan demokrat masuk, dan Pak Jokowi misalnya buka diri, buka hati untuk merangkul kita, pasti berbeda kontribusinya dengan partai-partai lain. Karena partai berpengalaman," terangnya.

"Apa pun keputusan beliau, saya sebagai pasukan di bawah ikut sepenuhnya," tambahnya.

Kemudian, Jansen Sitindaon disinggung soal hubungan SBY dengan Megawati jika memang nantinya akan bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

"Tapi kalau ikut ketua umum bisa masuk ga tuh, misalnya gerindra kan hubungannya dengan ketua umum PDI Perjuangan bisa dibilang klop. Tapi kalau demokrat, SBY-Ibu mega gimana rumit ga tuh kira-kira?" tanya pembawa acara.

Menanggapi hal itu, Jansen Sitindaon meminta agar hal tersebut tidak diungkit.

Penampilan Istri Berbeda Saat Arisan & Kesehariannya, Andhika Pratama Kesal dengan Ussy Sulistiawaty

Kebahagiaan Irish Bella dan Ammar Zoni Lihat Penampakan Calon Bayi Kembar: Hidungnya Mancung!

Gara-gara Lupa Kembalikan Korek, Kuli Bangunan Ini Tewas Dilempar Pakai Botol Minuman Keras

Pengamat Bilang PAN dan Demokrat 100 Persen Gabung Pemerintah, Gerindra Masih Galau

"Kalau itu jangan lagi diungkit," kata Jansen Sitindaon.

Jawaban dan ekspresi Jansen Sitindaon itu pun lantas membuat pembawa acara dan sejumlah narasumber lainnya tertawa.

Menurut Jansen Sitindaon hubungan SBY dan Megawati yang pernah menjadi lawan politik di tahun 2004 dan 2009 kini sudah berbeda.

"Ibu Mega udah datang di pemakaman Ibu Ani, AHY kemarin itu diterima udah layaknya anak, itu jangan lagi diungkit-ungkit. Itu udah selesai," katanya.

"Kita juga kalau ingin para pimpinan kita di atas, adem, guyub, rukun, ya jangan juga kita terus kita kipas-kipasin. Sudah baik biar lah terus berjalan dengan baik," sambungnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved