Breaking News:

Kabar Artis

Konten Youtubenya Di-Take Down Kominfo, Kimi Hime Nangis Ngadu ke Jokowi: Jelaskan Salahnya Dimana

Lama bungkam, Kimi Hime akhirnya buka suara terkait ancaman Kominfo tersebut. Sambil menangis Ia mengadu kepada Presiden Jokowi.

YouTube Kimi Hime
Kimi Hime memberikan klarifikasi terkait ancaman Kominfo. 

"Kimi juga nggak bilang Kimi akan buka baju yang sedang Kimi pakai atau baju yang memang ada di dalam game, kan juga nggak bilang, gitu," ucap Kimi Hime.

"Jadi, itu enggak bisa dibilang melanggar, Kimi juga tidak melakukan itu," lanjut Kimi Hime.

Kemudian, Kimi Hime juga menjelaskan ketaksaan yang ditimbulkan dari video keduanya yang diblokir oleh YouTube.

Video tersebut berjudul "Lagi Tegang, Eh Keluar Putih Putih!?".

Ditangkap Tengah Malam & Ditemukan Ganja 6,01 Gram di Apartemen, Begini Kondisi Terkini Jefri Nichol

Dikabarkan Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Instagram Jefri Nichol Banjir Komentar

Kimi Hime mengatakan bahwa dalam setiap videonya, ia menjelaskan mengenai penjudulan di description box.

"Apaan tu ada putih-putih di lantai??

Masa musuhnya sembunyi pake ghille suit warna putih di salju, curang banget!!

Yuk kita tembak aja sampe muncrat deh xD," tulis Kimi Hime sebagai deskripsi video tersebut.

Kimi Hime pun menjelaskan keterkaitan antara judul, deskripsi dan adegan pada game yang ia mainkan.

Ia mengatakan bahwa 'putih-putih' yang ia sebutkan dalam judul mengarah pada ghille suit dan salju.

Mayangsari Cium Bambang Trihatmodjo & Sebut Suami Hebat, Iis Dahlia hingga Yuni Shara Panjatkan Doa

Berseteru, Nikita Mirzani Teriak Ini Saat Ketemu Meldi di Acara TV, Feni Rose: Jangan Cari Gara-gara

"Kimi sama sekali nggak ada bilang 'putih-putih' itu apa, tapi ada di deskripsi. Kalau memang ada yang berpikir dari Kominfo bahwa ini adalah mengarah ke seksual, saya merasa bahwa memang mungkin dari pemikiran kalian aja," ujarnya.

Dan video terakhir yang diblokir yakni "Keasikan Bermain, Gadis Ini Mengeluarkan Cairan Lengket - Uncensored Full HD MP4".

Kimi Hime mengatakan bahwa 'cairan lengket' dalam video mengarah pada senjata kolagen yang digunakan dalam game tersebut.

Sama seperti video sebelumnya, Kimi Hime mengatakan bahwa semua tergantung dari pemikiran yang menyaksikan.

Dan Kimi Hime menjelaskan video tersebut merupakan endorsemen yang tentu akan merugikan dirinya jika video tersebut dihapus.

Stelah menjelaskan video-video tersebut, Kimi Hime mempertanyakan letak kesalahannya sambil menangis.

"Kalo memang saya ada melanggar undang-undang dan memang harus diproses secara hukum, ya tolong dijelaskan aja saya salahnya di mana," ujar Kimi Hime sambil menangis.

Kimi Hime merasakan adanya ketidakadilan hukum dalam penghapusan kontennya itu.

"Tapi, kalau misalkan pemerintah menghapus konten saya tanpa peraturan yang jelas cuma karena asumsi dan opini aja, tanpa ada peraturan tertulis, saya merasa bahwa ini adalah ketidakadilan.

Dan juga seharusnya keadilan itu ditegakkan dong. Karena ini kan adalah negara hukum. Indonesia adalah negara hukum.

Saya percaya di mata negara Indonesia ini, semua orang adalah sama. Jadi, nggak ada yang harus dibela kecuali yang memang tidak bersalah.

Di sini saya tidak bersalah, saya adalah korban. Konten saya yang memang tidak melanggar aturan, baik dari YouTube maupun perundang-undangan," kata Kimi Hime.

Kimi Hime kemudian menjelaskan ketidakadilan yang ia rasakan terkait penghapusan beberapa kontennya.

Ia juga menemukan adanya pernyataan yang dinilainya sebagai fitnah karena adanya kesalahpahaman dalam video berjudul "Strip Challenge! Mati 1 Kali = Buka Baju! - PUBG Mobile Indonesia".

Di akhir video, Kimi Hime meminta tolong kepada Presiden Jokowi untuk memberi tahu media agar hanya menyampaikan fakta.

"Saya juga nggak tahu harus mengadu ke mana lagi selain kepada bapak presiden yang memang saya tahu, memang peduli sama industri game, para konten creator.

Saya juga ingin generasi muda itu tahu, kalau memang melakukan itu pada batas sesuai dengan peraturan yang memang saya merasa sudah lakukan itu," pungkas Kimi Hime.

SIMAK VIDEONYA:

 

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved