Marak Warung Jamu Jual Miras di Pejaten Barat, Rata-rata Pembeli Anak Nongkrong Suka Tawuran

Sebanyak 169 botol minuman keras (miras) disita oleh petugas Satpol PP Pejaten Barat di sejumlah warung jamu

Marak Warung Jamu Jual Miras di Pejaten Barat, Rata-rata Pembeli Anak Nongkrong Suka Tawuran
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana penggerebekan miras di Pejaten Barat pada Rabu (24/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU -
Warung jamu yang menjual minuman keras (miras) di wilayah Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan kian menjamur.

Rata-rata pembeli miras di warung jamu itu berasal dari kalangan anak muda yang rentan melakukan tindak kejahatan seperti tawuran atau begal.

Hal itu diungkapkan oleh Kasatpol PP Pejaten Barat, Dian Citra usai menggelar penggerebekan kepada sejumlah warung jamu yang menjual miras.

"Ada banyak kasus (kriminal) dampak dari akibat mereka minum miras. Misalnya, anak-anak nongkrong karena minum miras yang bisa menimbulkan tindakan begal. Karena, beberapa pekan yang lalu di sini rawan begal dan tawuran," ujarnya saat ditanyai TribunJakarta.com pada Kamis (25/7/2019).

Pasalnya, keberadaan warung jamu yang menjual miras berdampak buruk terhadap pembeli yang sebagian besar anak-anak muda.

"Yang pertama, kita ketahui bahwa di agama itu enggak boleh. Ini segala sumber masalah kalau kita beli miras dampaknya bisa melakukan hal kriminal," tambahnya.

Dian menambahkan para penjual jamu itu juga menawarkan berbagai minuman keras untuk dioplos.

"Sama penjual itu miras disalahgunakan untuk dioplos lalu dijual atau anak mudanya beli sendiri kemudian dioplos bareng teman-temannya," katanya.

Kendati belum kapoknya para penjual jamu untuk menjajakan miras, Dian mengatakan akan gencar menyita miras dari warung itu.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved