Sidang 4 Pengamen Salah Tangkap di PN Jakarta Selatan, Termohon dan Jaksa Cecar Soal Pekerjaan

Dua ahli pidana itu, Agus Surono dan Choirul Huda, keduanya merupakan Dosen di sebuah universitas swasta.

Sidang 4 Pengamen Salah Tangkap di PN Jakarta Selatan, Termohon dan Jaksa Cecar Soal Pekerjaan
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana persidangan kasus korban salah tangkap di PN Jaksel pada Kamis (25/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Persidangan praperadilan kasus empat pengamen korban salah tangkap kembali bergulir dengan agenda pembuktian dari pihak termohon di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pihak termohon, Polda Metro Jaya menghadirkan dua ahli pidana.

Dua ahli pidana itu, Agus Surono dan Choirul Huda, keduanya merupakan Dosen di sebuah universitas swasta.

Pihak termohon dari Polda Metro Jaya, AKP Budi Novianto menanyakan apakah seorang pemohon bisa mengajukan tuntutannya usai divonis bebas.

Di hadapan majelis hakim, Agus Surono menerangkan ketika putusan pengadilan memutuskan bahwa seseorang telah divonis bebas, maka bisa mengajukan tuntutannya.

"Pada prinsipnya berhak untuk mengajukan tuntutan ganti rugi. Ketika ingin mengajukan ya itu bisa disampaikan. Namanya itu hak pemohon kalau ingin ganti rugi," ujarnya di sidang pada Kamis (25/7/2019).

Namun, AKP Budi Novianto, kembali mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan itu terkait syarat pekerjaan pemohon yang bisa menuntut ganti rugi.

"Yang saya tanyakan, tuntutan ganti rugi jika tidak bisa melakukan suatu pekerjaan, apa yang dimaksud dengan pekerjaan itu?" tanya termohon, AKP Budi Novianto.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved