Idul Adha 2019

Viral Plastik dari Oxium hingga Bahaya Penggunaan Kantong Plastik Hitam untuk Daging Hewan Kurban

Penjual plastik ramah lingkungan bernama Duddy Setiabudhi (64) mengaku, sudah menggunakan plastik ini sejak tiga tahun lalu.

Viral Plastik dari Oxium hingga Bahaya Penggunaan Kantong Plastik Hitam untuk Daging Hewan Kurban
Ilustrasi daging hewan kurban dibungkus kresek hitam 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Sebuah pesan berantai mengenai plastik ramah lingkungan untuk digunakan pada daging hewan kurban mulai viral lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Dilansir dari Warta Kota, plastik berbahan oxium yang diklaim mudah terurai dengan tanah ini juga disebut aman digunakan untuk makanan karena dianggap dari singkong.

Penjual plastik ramah lingkungan bernama Duddy Setiabudhi (64) mengaku, sudah menggunakan plastik ini sejak tiga tahun lalu.

Bahkan dia sudah pernah mencoba sendiri proses penguraian sampah ini dengan tanah.

"Saya pernah kubur plastik ini selama dua tahun di halaman rumah dan saat saya menggali kembali tanahnya, plastik itu sudah tidak ada atau terurai dengan tanah," kata Duddy saat ditemui di tempat kerjanya di Ruko Pasar Modern Sinpasa Summarecon Bekasi, pada Kamis (25/7/2019).

Atas dasar itulah, Duddy kemudian membagikan pengalamannya tersebut kepada rekan organisasi Islam yakni Muhammadiyah.

Duddy Setiabudhi saat menunjukkan kantong plastik ramah lingkungan yang diklaim aman untuk daging kurban saat Idul Adha 1440 H mendatang.
Duddy Setiabudhi saat menunjukkan kantong plastik ramah lingkungan yang diklaim aman untuk daging kurban saat Idul Adha 1440 H mendatang. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Lewat aplikasi percakapan WhatsApp dia juga mengajak masyarakat lain untuk menggunakan plastik yang dijualnya seharga Rp 20.000 per pack dengan isi 200 lembar plastik.

"Plastik ini sebetulnya bukan produk saya, tapi punya orang lain. Saya hanya menjualnya kembali," ujarnya.

Dia menjelaskan, penjualan plastik berbahan Oxium ini dilakukan secara tidak sengaja.

Duddy yang kini bekerja sebagai kontraktor untuk mengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki partner kerja dengan perusahaan plastik asal Tangerang.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved