Garuda Indonesia Akui Kesulitan Dapat Untung Sejak Penurunan Tarif Batas Atas Oleh Kemenhub

maskapai pelat merah tersebut mampu meraup sekira 20 juta USD tambah 86 persen On Time Performance (OTP).

Garuda Indonesia Akui Kesulitan Dapat Untung Sejak Penurunan Tarif Batas Atas Oleh Kemenhub
Dok Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Maskapai Garuda Indonesia akui kesulitan meraup untung dari peraturan pemerintahan pusat soal pemangkasan 15 persen Tarif Batas Atas (TBA) sejak bulan Mei 2019 lalu.

Sebab, pada kuartal pertama bulan Januari-Maret 2019, maskapai pelat merah tersebut mampu meraup sekira 20 juta USD tambah 86 persen On Time Performance (OTP).

Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal mengakui, dari kebijakan yang sudah berjalan sejak bulan Mei itu menghambat Garuda untuk kembali meraup untuk sampai 20 Juta USD.

"Harga untuk TBA yang 15 persen memang growth Garuda Indonesia di kuartal 1 sejumlah 20 juta US dollar jadi terhambat, karena batas dari harganya yang tadinya Rp 1 juta jadi Rp 800 ribu," katanya di kawasan Garuda City Center, Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (26/7/2019).

Konferensi pers Garuda Indonesia tentang re-statement laporan keuangan kuartal 1 Garuda Indonesia di Garuda City Center, Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (26/7/2019).
Konferensi pers Garuda Indonesia tentang re-statement laporan keuangan kuartal 1 Garuda Indonesia di Garuda City Center, Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (26/7/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Untuk menyiasati target yang dirasa Fuad menyulitkan Garuda Indonesia itu, pihak Garuda memangkas beberapa rute penerbangan domestik hingga internasional.

Evaluasi yang dilakukan Garuda, lanjut Fuad, adalah mayoritas rute-rute penerbangan ke beberapa daerah terpencil yang selama ini operasionalnya menggunakam sistem subsidi silang oleh manajemen.

"Penerbangan internasional lebih fokus untuk memperhatikan rute yang masih alami kerugian seperti Denpasar-London sudah engga ada lagi, tapi kita siasati melalui transit dulu di Medan. Hal ini cukup siginifikan melakukan efesien di rute internasional," ungkapnya.

Untuk penerbangan dari Medan ke London dan sebaliknya, Garuda Indonesia menyediakan 222 kursi penumpang kelas ekonomi dan bisnis.

Penerbangan dijadwalkan tiga kali dalam seminggu pada haei Selasa, Kamis dan Sabtu.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved