Breaking News:

Guru Olahraga di Penjaringan Cabuli Murid: Beraksi di Kelas Disaksikan 5 Teman Korban

Djunaidi (53), guru olahraga yang mencabuli muridnya sendiri, melakukan aksinya di depan teman korban.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers kasus pencabulan anak di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (26/7/2019). 

Guru Olahraga Madrasah Lakukan Ini Sebelum Cabuli Muridnya

Djunaidi (53), guru olahraga yang mencabuli muridnya sendiri, melakukan aksinya di dalam ruang kelas.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi mengatakan, aksi pencabulan yang telah dilakukan sebanyak enam kali saat pelajaran olahraga berlangsung.

Pelaku sengaja memisahkan murid laki-laki dan perempuan saat pelajaran berlangsung supaya bisa mendekati korbannya, Mawar (10 tahun, bukan nama sebenarnya).

"Jadi yang laki-laki disuruh praktek di luar, perempuan belajar teori di dalam," kata Budhi dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (26/7/2019).

Saat pelajaran teori bersama sejumlah murid perempuannya, pelaku memutarkan sebuah video di depan kelas.

Ketika video berlangsung, pelaku kemudian mendekati korban dan melakukan aksi bejatnya.

Belakangan diketahui, korban tidak berdaya saat dicabuli pelaku karena diancam akan mendapatkan nilai jelek apabila tidak mengikuti perintah pelaku.

"Pelaku sering mengancam kalo tidak nurut maka tidak ini yang membuat murid menjadi tertekan dan menuruti apa yang diinginkan pelaku," kata Budhi.

Adapun pelaku ditangkap pada Rabu (24/7/2019) lalu.

Kasus ini terungkap setelah korban belakangan takut untuk berangkat ke sekolah sehingga menimbulkan kecurigaan pada diri ibu korban. Setelah didesak ibunya, korban lantas menceritakan pencabulan yang dilakukan Djunaidi.

Mendengar cerita anaknya, ibu Mawar kemudian membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara.

Polisi pun mengambil langkah dengan melakukan visum terhadap korban.

Dari hasil visum, terlihat ada bekas luka pada kemaluan dan tanda-tanda kekerasan pada kemaluan korban.

"Atas dasar itu kami melakukan pengembangan dan menemukan pelaku pencabulan terhadap korban adalah gurunya, yang merupakan oknum ASN," ucap Budhi.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 82 UU RI nomo 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tentang perlindungan anak.

"Pelaku terancam hukuman 15 tahun. Karena pelaku adalah guru dari korban, maka hukuman ditambah 1/3-nya," ucap Budhi.

Guru Olahraga Sudah Cabuli Anak Muridnya 6 Kali dalam 6 Bulan: Pelaku Suka Memukul

Ilustrasi
Ilustrasi (Kompas.com)

Djunaidi (53), guru olahraga yang mencabuli muridnya, sudah melakukan aksinya selama enam bulan.

Dalam waktu enam bulan tersebut, pelaku sudah mencabuli korbannya, Mawar (10 tahun, bukan namanya sebenarnya), sebanyak enam kali.

"Berdasarkan pengakuan korban, Mawar mengaku (dicabuli sejak) enam bulan lalu. Dia mengaku sudah dicabuli enam kali," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Budhi Herdi Susianto, Jumat (26/7/2019).

Korban merupakan siswi kelas 4 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) tempat pelaku mengajar.

Aksi pelaku yang sudah berulang kali tersebut dilakukan di dalam kelas saat mata pelajaran olahraga berlangsung.

Untuk membuat korban menuruti keinginan bejatnya, pelaku menakut-nakuti korban dengan mengancam akan memberikannya nilai jelek bila tak mau menurutinya.

"Pelaku ini ringan tangan. Kepada murid yang lain pelaku ini suka memukul, suka mengancam juga," kata Budhi.

Adapun pelaku ditangkap pada Rabu (24/7/2019) lalu.

Kasus ini terungkap setelah korban belakangan takut untuk berangkat ke sekolah sehingga menimbulkan kecurigaan pada diri ibu korban. Setelah didesak ibunya, korban lantas menceritakan pencabulan yang dilakukan Djunaidi.

Mendengar cerita anaknya, ibu Mawar kemudian membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara. Polisi pun mengambil langkah dengan melakukan visum terhadap korban.

Dari hasil visum, terlihat ada bekas luka pada kemaluan dan tanda-tanda kekerasan pada kemaluan korban.

"Atas dasar itu kami melakukan pengembangan dan menemukan pelaku pencabulan terhadap korban adalah gurunya, yang merupakan oknum ASN," ucap Budhi.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 82 UU RI nomo 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tentang perlindungan anak.

"Pelaku terancam hukuman 15 tahun. Karena pelaku adalah guru dari korban, maka hukuman ditambah 1/3-nya," ucap Budhi.

Guru Olahraga Madrasah Cabuli Muridnya Sendiri yang Baru 10 Tahun

Djunaidi bin Yanto (53) ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Utara usai menjadi pelaku percabulan terhadap anak di bawah umur.

Ia tega mencabuli Mawar (bukan nama sebenarnya), seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar (SD).

Korban merupakan murid di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di bilangan Penjaringan, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, pelaku ditangkap pada Rabu (23/7/2019) lalu usai terungkapnya pengakuan korban.

Korban belakangan takut untuk berangkat ke sekolah sehingga menimbulkan kecurigaan pada diri ibu korban.

Setelah didesak ibunya, Mawar lantas menceritakan pencabulan yang dilakukan Djunaidi.

"Korban akhirnya menceritakan bahwa ia sudah menjadi korban pencabulan oleh gurunya," kata Budhi dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (26/7/2019).

Mendengar cerita anaknya, ibu Mawar kemudian membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara.

Polisi pun mengambil langkah dengan melakukan visum terhadap korban.

Dari hasil visum, terlihat ada bekas luka pada kemaluan dan tanda-tanda kekerasan pada kemaluan korban.

"Atas dasar itu kami melakukan pengembangan dan menemukan pelaku pencabulan terhadap korban adalah gurunya, yang merupakan oknum ASN," ucap Budhi.

Pelaku diketahui merupakan guru olahraga di MI tersebut. Ia sudah bekerja di sekolah itu sejak 30 tahun belakangan.

Ayah Bripka Rahmat Effendy Tak Menyangka Anaknya Jadi Korban Pembunuhan

Anjing-anjing di Tempat Perdagangan Ilegal di Semanggi Diduga Hasil Curian

Hijaukan Jakarta Utara, Sudin Kehutanan Tanam 200 Pohon Tabebuya Pink di Danau Sunter

Panik Dikejar Polisi dan TNI, Pelajar Buang Senjata Tajam ke Area Perumahan

Keluarga Ungkap Perubahan Sikap Nunung 5 Bulan Terakhir, Sering Kunci Pintu Kamar dan Tidak Fokus

Adapun aksi pencabulan oleh Djunaidi sudah dilakukan sejak enam bulan belakangan.

Djunaidi sudah melakukan pencabulan sebanyak enam kali dalam waktu enam bulan terakhir.

"Pelaku sering mengancam kalo tidak nurut maka tidak ini yang membuat murid menjadi tertekan dan menuruti apa yang diinginkan pelaku," kata Budhi.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 82 UU RI nomo 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tentang perlindungan anak.

"Pelaku terancam hukuman 15 tahun. Karena pelaku adalah guru dari korban, maka hukuman ditambah 1/3-nya," ucap Budhi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved