Kasus Pengantin Pesanan di Kalimantan Barat: Kawin dengan WNA, Tarif Gadis Belia Hingga Mark Up Umur

Kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) bermodus pengantin pesanan atau kawin kontrak yang marak di Kalimantan Barat.

Kasus Pengantin Pesanan di Kalimantan Barat: Kawin dengan WNA, Tarif Gadis Belia Hingga Mark Up Umur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Korban kawin kontrak DW (kiri), bertemu kedua orangtuanya, Atu (60) dan ibunya Cong Mi Tjau (45), Minggu (31/3/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, PONTIANAK - Kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) bermodus pengantin pesanan atau kawin kontrak yang marak di Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan kerja ke Pontianak, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi didampingi Gubernu Kalbar Sutarmidji dan Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono bertemu dengan korban pengantin pesanan di Mapolda Kalbar, Kamis (25/7/2019).

TribunJakarta.com mengutip TribunPontianak.co.id terkait perkembangan kasus tersebut.

Tarif Pengantin Pesanan

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H Sutarmidji, mengungkap tarif 'pengantin' pesanan atau kawin kontrak pada kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) antar-negara, yang melibatkan warga Kalbar.

Setelah melakukan wawancara dan berbincang-bincang dengan korban yang telah diselamatkan, Midji menegaskan adanya korban TPPO yang bermula dari perkawinan pesanan.

"Setelah kita berbicara dengan korban yang menjadi TPPO, ada beberapa hal yang mendasari mengapa kasus ini terjadi,pertama kemiskinan dan pendidikan," ucap Midji saat memberikan keterangan di Mapolda Kalbar, Kamis (25/7/2019).

Kasus TPPO di Kalbar menjadi perhatian serius, karena sudah beberapa kali berhasil diungkap.

Midji meminta pihak terkait untuk menelusuri sebab ada indikasi pemalsuan dokumen dengan meningkatkan umur korban.

Melalui akun Instagram-nya, @bang.midji, sang Gubernur bahkan mengungkap tarif pengantin pesanan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved