Aksi Pertamina Atasi Kebocoran Minyak di Blok Migas ONWJ

Pertamina diminta bertanggungjawab atas terjadinya kebocoran pipa di Blok ONWJ yang menyebabkan tercemarnya lingkungan di wilayah Karawang.

Aksi Pertamina Atasi Kebocoran Minyak di Blok Migas ONWJ
Tribunnews.com/Reza Deni
Seorang warga tengah membersihkan sisa-sisa tumpahan minyak di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pihak Pertamina diminta bertanggungjawab atas terjadinya kebocoran pipa di Blok Offshore North West Jawa (ONWJ) yang menyebabkan tercemarnya lingkungan di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Demikian dikatakan Direktur eksekutif Institute 123 M. Sayidi, dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2019).

"Pertamina yang mengelola pipa Blok ONWJ harus bertanggungjawab dengan bertindak cepat untuk segera mengatasi kebocoran yang menyebabkan minyak mencemari 8 desa di Karawang," ujar Sayidi.

Sayidi yang juga putra daerah Cilamaya ini meminta Pertamina mengganti kerugian kepada masyarakat yang terdampak pencemaran minyak tersebut.

"Kebocoran minyak yang terjadi bisa mengancam keberlangsungan hidup masyarakat secara jangka panjang, baik secara sosial maupun ekonomi. Sebagai perusahaan besar tentunya Pertamina wajib melakukan ganti rugi kepada para petani serta masyarakat disekitar. Pertamina wajib menggantinya," tegas Sayidi.

Mantan Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten itu juga mengingatkan bahwa dampak lain akibat pencemaran minyak ini bisa mengakibatkan kesehatan masyarakat menjadi buruk.

"Apabila Pertamina tidak secepatnya mengantispasinya, maka tidak hanya soal ekonomi dan lingkungan saja yang akan berakibat buruk bagi masyarakat, tapi soal kesehatan juga. Selain penyakit kulit, bisa berdampak bagi menurunnya kualitas hidup masyarakat setempat," tutup Sayidi.

Pertamina Pastikan Kebocoran Minyak di Blok Migas ONWJ Bukan Bencana Nasional

Direktur Pertamina Hulu Energi (PHE), Dharmawan H Samsu mengatakan kebocoran minyak di sumur YYA-1 di Blok Migas ONWJ (Offshore North West Java) yang terjadi sejak 14 Juli 2019 tidak berpotensi sebagai bencana nasional.

Menurutnya, pemerintah pusat menyebut kejadian tersebut masih bisa dikendalikan oleh Pertamina selaku operator dari penambangan minyak bumi di sumur tersebut.

Halaman
123
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved