Breaking News:

Sebelum Dievakuasi, Crane Patah di Jalan Gajah Mada Dipotong dengan Alat Las

Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Tamasari, Santoso Triyulianto mengatakan crane tersebut patah patah pada Kamis (25/7/2019) malam.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Petugas mengevakuasi crane yang patah di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (26/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Proses evakuasi crane yang patah di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat masih terus dikerjakan.

Menggunakan peralatan las, para petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat memotong bagian-bagian crane yang telah ambruk ke taman di tengah Jalan Gajah Mada.

Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Tamasari, Santoso Triyulianto mengatakan crane tersebut patah patah pada Kamis (25/7/2019) malam. 

Diduga crane itu tak kuat menahan beban reklame yang ingin dicopot.

"Soalnya yang dipotong itu langsung bagian bawahnya, bukan dipotong kecil-kecil. Akhirnya karena enggak kuat nahan potongan reklame, bagian crane itu enggak kuat dan rubuh semua," kata Santoso ditemui di lokasi, Jumat (26/7/2019).

Cas Ponsel Korslet, Rumah di Tamansari Nyaris Terbakar

Akibat kejadian itu, crane tersebut kondisinya hancur lantaran tertimpa material reklame.

Selain itu, insiden tersebut juga sempat membuat lalu lintas di sekitar lokasi, tepatnya di putaran depan LTC Glodok terpaksa ditutup sementara.

Sebab, banyak material oli dari crane yang berceceran ke jalan raya sehingga membahayakan pengguna jalan.

Namun untuk saat ini, putaran arah di depan LTC Glodok telah kembali dibuka setelah petugas pemadam kebakaran membersihkan sisa-sisa oli yang berceceran.

"Karena kan bagian hidroliknya itu ada olinya. Karena jatuh akhirnya tumpah semua dan ke jalan, untungnya enggak ada korban jiwa karena saat pengerjaannya itu memang tengah malam," tutur Santoso.

Santoso menargetkan proses evakuasi material crone dan reklame ini akan rampung dalam waktu dua hari.

"Ini kan reklame sudah habis masa izinnya dan udah enggak dipakai makanya niatnya mau dicopot karena melanggar aturan," kata Santoso.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved