Derita Karyawan Outsourcing Giant Mampang Prapatan: Putus Kerja Tanpa Pesangon
Menjadi pengangguran risiko yang harus diterima Gandeng (39). Sebagai karyawan outsourcing, Gandeng tak dapat pesangon setelah Giant Mampang tutup.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqkn Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Menjadi pengangguran risiko yang harus diterima Gandeng (39).
Perusahaan tempatnya bekerja, Giant Ekspres Mampang Prapatan, akan segera tutup pada 31 Juli 2019.
"Habis ini ya nganggur," kata Gandeng saat ditemui di Giant Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/7/2019).
Ia tidak mendapatkan pesangon lantaran berstatus sebagai karyawan outsourcing atau alih daya.
"Karyawan tetap yang dapat pesangon. Saya kan outsourcing," kata Gandeng.
Penelusuran TribunJakarta.com bulan lalu, Giant memberikan kompensasi kepada karyawannya yang berstatus tetap, tidak yang alih daya.
Beberapa mendapatkan pesangon sebesar Rp 220 juta, ada pula yang dipindahkan ke unit perusahaan lainnya.
Gandeng mengaku menyayangkan penutupan Giant tempatnya bekerja.
"Kalau saya maunya terus, kan buat kebutuhan anak," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/karyawan-outsourcing-giant-mampang-prapatan.jpg)