Khawatir Oktnum Manfaatkan Musibah, Jupri Minta Korban Kebakaran di Warakas Segera Mengontrak

Bantuan untuk warga korban kebakaran di Jalan Warakas V Gang II, Tanjung Priok, terus mengalir dan disalurkan hingga Sabtu (27/7/2019).

Tayang:
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) ditugaskan membongkar bangunan sisa kebakaran di Jalan Warakas V Gang II Jakarta Utara, Sabtu (27/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Bantuan untuk warga korban kebakaran di Jalan Warakas V Gang II, Tanjung Priok, terus mengalir dan disalurkan hingga Sabtu (27/7/2019).

Musibah tersebut membuat orang-orang bersimpati dan memberi bantuan, baik secara langsung maupun tidak langsung ke para korban.

Bantuan datang dari instansi pemerintah, organisasi masyarakat, perwakilan warga hingga siswa sekolah.

Namun, ada postingan di media sosial Facebook yang mengatasnamakan bantuan untuk korban di sana.

Ketua RW 08 Kelurahan Warakas Jupri pun tak menunjukkan seperti apa postingan itu dan siapa yang menyebarkannya.

Tapi ia mengkhawatirkan hal tersebut menjadi ajang penipuan berkedok bantuan bagi sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menanggapi hal itu, Jupri meminta warganya yang juga pengontrak dan menjadi korban kebakaran untuk segera mencari kontrakan baru.

Sebagai pengontrak mereka bisa dengan mudah mengontrak rumah atau kosan kembali karena tidak ada lagi yang mereka tunggu.

Sejumlah dana bantuan pun telah disiapkan pihaknya untuk meringankan beban para korban.

"Rencana kita memang hari ini beres, takutnya (kalau masih disini) nanti dimanfaatkan orang-orang yang mencari sumbangan mengatasnamakan musibah ini. Di facebook pun sudah banyak beredar, saya tidak bisa mengawasinya satu persatu," kata Jupri saat ditemui di lokasi, Sabtu (27/7/2019).

Hal ini diketahuinya, ketika ada yang mengonfirmasi kepada dirinya mengenai bantuan yang dikirimkan kepada korban kebakaran.

"Sudah ada yang konfirmasi bantuannya sampai atau tidak sama saya, ternyata memang tidak ada bantuan itu, tidak sampai," katanya.

Diketahui, ada 20 pengontrak yang terkena imbas kebakaran pada kamis (27/7/2019) lalu. Sementara pemilik rumah yang menjadi korban, untuk sementara sudah bersama keluarganya.

Mengenai sisa bangunan sisa kebakaran, dijelaskan Jupri, untuk sementara akan dibiarkan saja jika belum dibangun pemiliknya.

Sedangkan beberapa bangunan kontrakan yang berada di area bawah sutet akan segera diberi pagar.

"Kalau musola rencananya ada bantuan dari baziz, rencananya mau diperbaiki. Karena itu aktif digunakan warga. Disini kan memang warganya kurang mampu, mungkin ada musibah sakit atau meninggal kita bawa ke musola itu. Jadi perlu sekali adanya musola," tutup Jupri.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved