303 Penderita HIV/AIDS Berobat ke Puskesmas Kramat Jati  

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dr Inda Mutiara, MM mengatakan 303 di antaranya memilih mengambil obat antiretroviral (ARV) di Puskesmas.

303 Penderita HIV/AIDS Berobat ke Puskesmas Kramat Jati  
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dr Inda Mutiara, MM di Jakarta Timur, Jumat (19/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Puskesmas Kecamatan Kramat Jati sampai sekarang mencatat ada 551 orang yang melakukan pemeriksaan HIV/AIDS dan hasilnya terbukti positif.

Dari jumlah tersebut, Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dr Inda Mutiara, MM mengatakan 303 di antaranya memilih mengambil obat antiretroviral (ARV) di Puskesmas.

"Karena mereka bisa akses-nya di luar Puskesmas Kramat Jati, bisa di faskes lain. Tapi waktu awal ditestnya terdeteksi di Puskesmas kami, jadi tetap tercatat hasilnya," kata Inda di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (28/7/2019).

Dia menuturkan jumlah 551 orang yang positif terjangkit HIV/AIDS pun tak seluruhnya warga Kecamatan Kramat Jati, atau hanya singgah melakukan tes.

Pun dengan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang selama ini mengakses obat ARV-nya di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati.

"Semua yang ditemukan positif harus ditawarkan diobati sedini mungkin. Jadi kalau mereka pilih berobat di Puskesmas Kramat Jati dan merasa nyaman, ya terus akses ARV sampai saat ini," ujarnya.

Pemeriksaan HIV/AIDS sedini mungkin juga mencegah penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke anak yang sedang dikandungnya.

Nagita Slavina Nyanyi Lagu 50 Tahun Lagi Bareng Raffi Ahmad, Ekspresi Mama Rieta Tuai Perhatian

Kerap Temani Gisel ke Mana-mana, Terungkap Pekerjaan Wijin Sebenarnya, Bukan Pebasket

Inda menyebut kemungkinan seorang ibu hamil melahirkan anak yang sehat atau tak terjangkit HIV/AIDS nyaris 100 persen bila rutin mengkonsumsi ARV.

"Obatnya sama, tetap ARV. Selama ibu hamil rutin minum obat, kemungkinan dia melahirkan anak yang sehat itu besar. Bisa dikatakan 100 persen anaknya sehat, karena kemungkinan buruknya hanya 0,00 persen," tuturnya. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved