Sampah Menumpuk di Kali Bahagia Bekasi Sepanjang 1 Kilometer

Maman khawatir kondisi makin parah jika berlarut-larut dibiarkan, dia berharap pemerintah kelurahan baik dari Kota dan Kabupaten Bekasi

Sampah Menumpuk di Kali Bahagia Bekasi Sepanjang 1 Kilometer
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Tumpukan sampah di Kali Bahagia Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Pemandangan kumuh terjadi di sepanjang aliran Kali Bahagia, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Sampah sepanjang kurang lebih satu kilometer memenuhi permukaan air, Minggu (28/7/2019).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi tumpukan sampah Kali Bahagia, hampir sebagian besar merupakan sampah domestik seperti sterofom dan plastik. Sekilas, kali ini nampak seperti tempat sampah besar, nyaris tidak terlihat aliran air akibat sampah yang kadung menumpuk.

Maman warga yang tinggal dekat lokasi tumpukan sampah Kali Bahagia mengatakan, kondisi ini sudah terjadi sejak sekitar dua bulan lalu. Sampah-sampah ini awalnya datang dari hulu sungai dan menumpuk.

"Ada sekitar satu kilo tumpukannya, kemarin-marin enggak begini baru dua bulan terkahir aja," kata Maman kepada TribunJakarta.com.

Maman menjelaskan, Kali Bahagia membetang dipemukiman warga seperti hulunya berada di kawasan Perumahan Pondok Ungu Permai, Perumahan Sektor 5, Perumahan Graha Persada Sentosa dan beberapa perkampungan.

"Dari hulunya ada Pasar Marakas, banyak orang jualan di sana kemungkinan buang sampah pada di kali, saya mah yang tinggal deket kali enggak mau salahin siapa-siapa biar kesadaran sendiri aja," ungkap dia.

Kali ini juga melintasi beberapa wilayah seperti Kelurahan Bahagia dan Desa Babelan Kota di Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Kelurahan Kaliabang Tengah di Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi, serta hilirnya berada di Desa Setia Asih di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Hari Terakhir, Warga Padati Festival Condet

Marcus/Kevin Vs Ahsan/Hendra Sekarang: Derbi Final ke-3, Statistik dan Live Streaming

Praveen/Melati Sekarang Lawan Wang/Huang di Final Japan Open: Statistik dan Live Streaming

"Baru ini aja paling parah, dulu emang sering ada sampah tapi kadang saya yang tinggal deket kali suka saya dorong sampahnya, nah sekarang udah enggak bisa didorong udah telalu padat, numpuk makin banyak," imbuhnya.

Maman khawatir kondisi makin parah jika berlarut-larut dibiarkan, dia berharap pemerintah kelurahan baik dari Kota dan Kabupaten Bekasi cepat bertindak.

"Kalau bisa diangkut pakai alat berat, soalnya udah numpuk kaya gini udah susah, saya pengen tahu dari masing-masing kelurahan bisa enggak gerakin masayarakat supaya kerja bakti bersihin sampah sampah tindak tegas yang buang sampah di kali," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved