Persija Jakarta

Alami Kejadian Tak Menyenangkan di Makassar, Marko Simic Minta PSSI Bersikap Tegas

Teror yang dilakukan oleh oknum suporter PSM Makassar diharapkan bisa mendapatkan penanganan langsung dari federasi sepak bola di Indonesia, PSSI.

Alami Kejadian Tak Menyenangkan di Makassar, Marko Simic Minta PSSI Bersikap Tegas
TribunJakarta/Wahyu Septiana
Penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic saat ditemui selepas mengikuti latihan di Lapangan PSAU TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic turut buka suara menanggapi insiden yang dialaminya saat berlaga di final leg kedua Piala Indonesia menghadapi PSM Makassar.

Seperti diketahui, Persija Jakarta mendapatkan teror dan perlakuan yang kurang menyenangkan saat berada di Makassar.

Serangkaian insiden yang terjadi saat Persija berada di Makassar yakni teror petasan di hotel, suara bising knalpot di tempat tim menginap, lemparan batu di bus, dan gangguan lainnya.

Marko Simic menilai situasi ini sudah sangat tidak wajar dialami oleh klub sepak bola profesional.

Teror yang dilakukan oleh oknum suporter PSM Makassar diharapkan bisa mendapatkan penanganan langsung dari federasi sepak bola di Indonesia, PSSI.

Simic berharap kepada PSSI bisa serius dalam mendalami permasalahan yang terjadi beberapa hari lalu.

"Saya pikir lebih baik pemain tidak bicara tentang kejadian ini, biarkan manajemen yang berbicara semuanya. Tapi semua orang kan lihat kebenarannya seperti apa mereka tentu cerdas bisa menilai bagaimana dan federasi juga saya pikir membuat keputusan yang bagus tentang situasi ini," ucap Simic di Mess Persija, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019).

Jak Angel Widya Septiane: Idolakan Persija Karena Bambang Pamungkas dan Ayah Dukung Persib Bandung

Soroti Pornografi Anak Lewat Game Online, Kak Seto: Orangtua Kurang Peduli Hingga Gagap Teknologi

Cerita Untung dan Teti: Sepasang Suami Istri Mulung Sambil Ngamen Keliling Jalan

Keputusan menunda pertandingan dinilai sudah sangat tepat demi menjaga para pemain dari bahaya.

Terlebih, manajemen skuat Ibu Kota meminta proteksi agar para pemain bisa terlindungi dari ancaman di luar lapangan.

"Ini keputusan yang bagus. Lebih baik manajemen yang bicara soal ini. Kami lebih baik fokus kami profesional jika pelatih minta main kami main jika tidak, kami tidak main. Kami ikut keputusan dari manajemen," tutur pemain berpaspor Kroasia tersebut.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved