Idul Adha 2019

Alasan Sapi Asal Bima Jenis Terbaik untuk Kurban Hari Raya Idul Adha

Terlebih, sapi asal Bima itu selalu dikawinkan dengan lawan jenis yang bersih atau tidak mengandung cacing dan penyakit berbahaya lainnya.

Alasan Sapi Asal Bima Jenis Terbaik untuk Kurban Hari Raya Idul Adha
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Pemberian cap biru tanda sapi asal Bima, NTB oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie bahwa sapi itu layak untuk dikonsumi saat Hari Raya Idul Adha, Senin (29/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Berbagai jenis sapi untuk kurban di Hari Raya Idul Adha diperjualbelikan mulai dari Simmental hingga sapi asal Bima, NTB

Dijelaskan Abdul Rahman si penjual sapi asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di Tangerang Selatan yang mengatakan bahwa sapi Bima ini merupakan jenis terbaik untuk dikonsumsi.

Sebab, dagingnya memiliki tekstur ketebalan yang padat namun tetap empuk bila dimasak.

"Dagingnya tebal, empuk dan padat, tulangnya juga kecil terus dagingnya banyak," ungkap Abdul saat lapaknya di sidak Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, Senin (29/7/2019).

Terlebih, sapi asal Bima itu selalu dikawinkan dengan lawan jenis yang bersih atau tidak mengandung cacing dan penyakit berbahaya lainnya.

Kementerian Agama Gelar Sidang Isbat Awal Zulhijjah 1440H, 1 Agustus 2019

Sapi asal Bima juga rata-rata mempunya bobot hingga 200 sampai 500 kilogram yang dijual tidak terlalu mahal.

"Mutunya dijamin, sapinya sehat dan layak untuk hewan kurban. Harga mulai dari Rp 14 juta sampai Rp 30 juta," kata Abdul.

Dikesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie telah memberikan sertifikasi sehat untuk sapi-sapi yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Benyamin secara langsung memberikan cap atau tanda biru kepada sapi asal Bima sebagai tanda sehat dan layak konsumsi.

Melalui sertifikasi hewan sehat tersebut, Benyamin berharap adanya peningkatan penjualan hewan kurban dan juga pemotongan hewan kurban di Tangerang Selatan dibanding dengan tahun lalu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel juga sudah memberikan sosialisasi mengenai pemotongan hewan kurban kepada 100 perwakilan Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) se-Tangerang Selatan.

"Mereka diberikan tata cara mengenai pemotongan hewan kurban secara halal, dan diberikan pengetahuan seperti pisaunya seperti apa, cara menjatuhkan hewan kurban seperti apa, cara memegangnya, cara memotong, doanya dan kesehatannya juga dijaga," kata Benyamin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved