Anggota DPR Ingatkan Bank BUMN Harus Hati-hati Berikan Kredit

Berdasarkan data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) kondisi pertekstilan nasional tumbuh dan ekspornya diperkirakan 14,6 miliar dollar AS

Anggota DPR Ingatkan Bank BUMN Harus Hati-hati Berikan Kredit
Dok Duniatex
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM- Anggota DPR-RI Darmadi Durianto meminta agar bank BUMN yang menjadi kreditur grup Duniatex berhati-hati dalam merestrukturisasi kelompok usaha tekstil terbesar di Indonesia tersebut.

“Bank BUMN harus berhati hati dalam merestrukturisasi utang Grup Duniatex, agar tidak menyeret perbankan nasional ke jurang kredit macet yang lebih dalam,” ujar Darmadi Durianto dalam keterangannya, Senin (29/7/2019).

Menurutnya, seharusnya kelompok usaha yang berkantor pusat di Karanganyar, Jawa Tengah itu, dapat menjelaskan kepada publik dan bank BUMN secara terbuka dan transparan.

“Faktor eksternal dampak perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok bukanlah hal yang baru, karena serbuan produk impor dari Tiongkok ke Indonesia sudah lama terjadi,” katanya.

“Jika ada masalah internal perusahaan yang menyebabkan ketidakmampuan perusahaan membayar kupon obligasi global sebesar US$11 juta sebaiknya dikemukakan saja secara terbuka dan transparan,” sambung Darmadi.

Anggota Komisi VI itu mengatakan berdasarkan data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) kondisi pertekstilan nasional tumbuh dan ekspornya diperkirakan 14,6 miliar dollar AS pada tahun ini.

“Berdasarkan data API, nilai ekspor tektil dan produk tekstil tahun 2018 sebesar 13,21 miliar dollar AS dan 12,53 miliar dollar AS tahun 2017. Pasar sedang tumbuh, mengapa pemain lama seperti Duniatex justru mengalami kemerosotan yang mengakibatkan gagal bayar pinjaman?,” ucapnya heran.

Seperti diketahui bersama, lanjutnya, Duniatex Group juga melebarkan sayap di dunia properti. Di antaranya membangun hotel, pusat perbelanjaan dan rumah sakit. Dugaan miss management akibat over diversification juga harus ditelusuri oleh bank bank BUMN," ungkap Darmadi Durianto

“Padahal salah satu anak perusahaan Duniatex yakni PT Delta Merlin Dunia Textile baru saja menerbitkan obligasi 300 juta dollar AS dengan tenor lima tahun, namun sekarang malah gagal bayar obligasi senilai 11 juta dollar AS, ini yang mengherankan publik,”ungkapnya.

Tahun Depan Panitia Kurban Diwajibkan Gunakan Plastik Ramah Lingkungan Saat Idul Adha

Cerita Untung dan Teti: Sepasang Suami Istri Mulung Sambil Ngamen Keliling Jalan

(VIDEO) Jangan Khawatir Bosan, Ada Live Musik di Ruang Pelayanan SIM Polres Bekasi Kota

Sebanyak 10 bank tercatat sebagai kreditur anak usaha Duniatex Group, PT Duta Merlin Dunia Textile (DMDT), tiga di antaranya adalah bank plat merah, yakni Bank Mandiri, BRI dan BNI. J.P Morgan mencatat kredit yang disalurkan oleh seluruh bank tersebut sepanjang 2018 mencapai Rp5,25 triliun dan US$362,3 miliar. Sebanyak 58% di antaranya merupakan kredit sindikasi.

JP Morgan memperkirakan Duniatex Group memiliki total pinjaman jauh lebih besar dibandingkan dengan anak usahanya, DMDT. JP Morgan menyebut Bank Mandiri mengkonfirmasi memiliki eksposur kredit sebesar Rp2,2 triliun kepada Duniatex Group. Jumlah tersebut turun dari sebelumnya Rp3,4 triliun per Desember 2018.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved