Piala Indonesia

Final Leg Kedua Piala Indonesia: Persija Jakarta Tegaskan Tidak Takut Hadapi PSM di Manapun

Perubahan dan penundaan jadwal pertandingan final itu tidak membuat Chief Executive Officer (CEO) Persija Jakarta, Ferry Paulus gentar.

Final Leg Kedua Piala Indonesia: Persija Jakarta Tegaskan Tidak Takut Hadapi PSM di Manapun
TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA
Chief Exexutive Officer (CEO) Persija Jakarta, Ferry Paulus saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Federasi sepak bola Indonesia, PSSI telah merilis jadwal terbaru pertandingan final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar menghadapi Persija Jakarta.

Pertandingan sarat emosional PSM Makassar menghadapi skuat Ibu Kota akan berlangsung di Stadion Andi Matalatta, Makassar, pada Selasa (6/8/2019) pukul 15.30 WIB.

Perubahan dan penundaan jadwal pertandingan final itu tidak membuat Chief Executive Officer (CEO) Persija Jakarta, Ferry Paulus gentar.

Ferry Paulus memastikan para penggawa skuat Ibu Kota tidak gentar menghadapi tekanan para suporter tuan rumah di Makassar.

"Sekali lagi, saya tegaskan kami Persija itu tidak pernah khawatir main di mana pun," ucap Ferry Paulus di Kantor Persija, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Insiden Sebelum Laga, Kronologi Ditundanya Final Piala Indonesia PSM Makassar Vs Persija Jakarta

Saat pertemuan dilakukan antara pihak Persija, PSM Makassar, dan PSSI di Makassar sempat ada wacana pertandingan digelar di tempat netral.

Ferry Paulus turut menyanggupi pertandingan tersebut digelar di mana pun.

"Ketika Ibu Sekjen (Ratu Tisha) menyampaikan laga ditunda dan awalnya di pertandingan di tempat netral. PSM minta main di tempat itu juga, dan kami sanggupi," tegas Ferry.

Kedepannya, Ferry berharap panpel PSM Makassar bisa lebih sigap dalam mempersiapkan pengamanan di leg kedua Piala Indonesia.

"Mari tanding secara fair, tanpa intimidasi sampai kita pulang ke jakarta pun banyak hal janggal. Kami menyarankan, pertama pengamanan leg tanggal 6 Agustus ada pengamanan ekstra. Lalu ada perhatian khusus mulai dari kami datang ke bandara, hotel, OT, balik ke hotel, lalu ke stadion untuk bertanding, lalu ke hotel, dan bandara lagi untuk ada pengamanan ekstra," tutur mantan anggota Exco PSSI tersebut.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved