Pengamen Cipulir Korban Salah Tangkap Polisi Kecewa Hakim Tolak Gugatan Ganti Rugi

Ia memilih untuk pergi ke sebuah warung rokok yang berada di seberang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Pasar Minggu.

Pengamen Cipulir Korban Salah Tangkap Polisi Kecewa Hakim Tolak Gugatan Ganti Rugi
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ucok (paling kiri), satu dari empat pengamen Cipulir korban salah tangkap, saat sidang gugatan ganti rugi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Dari empat pengamen Cipulir korban salah tangkap, Ucok (19) yang terlihat sangat sulit menerima keputusan Hakim Elfian yang menolak gugatan ganti kerugian mereka, Selasa (30/7/2019).

Saat Fikri (23) dan Fatahillah (18) menemani kuasa hukum mereka, Oky Wiratama menjawab pertanyaan pewarta, Ucok langsung keluar meninggalkan pengadilan.

Ia memilih untuk pergi ke sebuah warung rokok yang berada di seberang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Pasar Minggu.

Hakim Nyatakan Kedaluwarsa, Gugatan Ganti Rugi 4 Pengamen Cipulir Korban Salah Tangkap Ditolak

"Saya kurang puas saja sama keadilan ini, biarpun saya nggak terlalu ngerti hukum," kata Ucok sembari mengisap sebatang rokok.

"Kalau saya anak pejabat yang kaya raya, nggak bakal kayak gini, pasti dikabulkan," tambahnya.

Ucok pun merasa ungkapan soal hukum di Indonesia yang tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, benar adanya.

"Memang benar, bukan sekadar kata-kata," tuturnya.

Tadinya, jika gugatan ganti rugi sebesar Rp 750,9 juta dikabulkan hakim, Ucok berencana membuka usaha.

"Sama kasih orangtua juga, nggak macam-macam kok," ujar Ucok.

Hari Ini, 4 Pengamen Cipulir Korban Salah Tangkap Menanti Putusan Hakim

Belajar dari pengalamannya di persidangan kali ini, ia mulai memiliki keinginan untuk menjadi seorang pengacara.

"Harapan saya yang paling utama memang gitu. Saya mau jadi pengacara biar orang-orang tidak tertindas. Tapi saya SD saja nggak lulus. Hukum di Indonesia harus ditegakkan," ujarnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved