Breaking News:

Sawah Dekat Tumpukan Sampah Kali Bahagia Tercemar, Petani Manfaatkan Air yang Telah Menghitam

Petani akhirnya harus mengeluarkan kocek lebih banyak untuk membeli insektisida agar produksi padi tetatap terjaga.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Akibat tumpukan sampah Kali Bahagia, sejumlah lahan persawahan terdampak karena air pengairan berwarna hitam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Tumpukan sampah yang memenuhi permukaan Kali Bahagia, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi telah berdampak pada lahan persawahan di wilayah setempat.

Kali Bahagia selama ini merupakan sumber air utama petani untuk menggarap lahan pertanian. Namun, kondisi kali saat ini tercemar akibat tumpikan sampah akibat perilaku jorok warga.

Air kali yang sudah berubah warna nenjadi hitam itu tetap digunakan petani untuk membeasahi tanaman padi, mereka sejumlah petani mengaku mulai merasakan dampak akibat tercemarnya air kali.

Supriyadi salah satu petani yang menggarap lahan persawahan dekat Kali Bahagia mengatakan, imbas paling terasa yakni berkurangnya produksi padi jika dibanding kondisi air kali tidak tercemar.

Menurut dia, air tercemar yang digunakan untuk menggarap sawah membuat kondisinya mudah terserang hama.

Petani akhirnya harus mengeluarkan kocek lebih banyak untuk membeli insektisida agar produksi padi tetatap terjaga.

"Kan kalau banyak hama bisa mati tanaman, kalau enggak mau gitu paling kita beli obat (insektisida) biar enggak kena hama," jelas dia.

Akibat tumpukan sampah Kali Bahagia, sejumlah lahan persawahan terdampak karena air pengairan berwarna hitam.
Akibat tumpukan sampah Kali Bahagia, sejumlah lahan persawahan terdampak karena air pengairan berwarna hitam. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Namun begitu, dampak pencemaran Kali Bahagia tetap berpotensi mengurangi jumlah produksi padi petani. Jika dalam satu hektar petani mampu memproduksi padi sekitar 5-7 ton, akibat hama dari air yang tercemar jumlahnya bisa berkurang sekitar 10 persen.

"Ya berdampak juga kalau kaya gini terus, soalnyakan hama susah ya kadang udah dikasi obat dia masih ada aja, akhirnya padi ada yang mati," jelas dia.

Selain itu, dampak dari tercemarnya pengarian sawah imbas tumpukan sampah di Kali Bahagia mempengaruhi kualiatas gabah hasil penen. Biasanya jika petani dapat memproduksi hasil gabang kualitas terbaik akan dijual dengan harga Rp 500 ribu per kuintal.

"Kalau kualitasnya menurun jadi harganya juga turun paling Rp 300 ribu per kuintal," terangnya.

Adapaun menurut warga setempat, tumpukan sampah di Kali Bahagia sudah terjadi sejak dua bulan terkahir, sampah-sampah ini merupakan sampah kiriman dari hulu sungai yang melintasi beberapa wilayah.

Wilayah yang dialiri kali tersebut meliputi perumahan Sektor 5 Kecamatan Babelan, Perumahan Pondok Ungu Permai, Perumahan Graha Sentosa di Bekasi Utara (Kota Bekasi), serta beberapa pemukiman warga lain baik di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas LH Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto mengatakan, tumpukan sampah di Kali Bahagia diperkirakan mencapai 400 ton dengan panjang kurang lebih 1 kilo meter, serta ketebalan sampah mencapai 50 sentimeter.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved