Satu Keluarga Tewas

15 Menit Jeda Waktu Sebelum Aksi Pembunuhan, Jadi Pertimbangan Hakim Vonis Mati Haris Simamora

"Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari dengan pidana mati," kata Djuyamto.

15 Menit Jeda Waktu Sebelum Aksi Pembunuhan, Jadi Pertimbangan Hakim Vonis Mati Haris Simamora
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Terdakwa pembunuhan satu keluarga Haris Simamora usai sidang putusan di PN Bekasi, Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN -Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati Bekasi, divonis hukuman mati oleh Mejelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bekasi, Rabu (31/7/2019).

"Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dalam keadaan memberatkan," kata Djuyamto Ketua Majelis Hakim saat membacakan putusan.

"Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari dengan pidana mati," kata Djuyamto di dalam ruang persidangan.

Seperti itulah bunyi putusan Majelis Hakim untuk terdakwa Haris Simamora saat sidang yang berlangsung di PN Kelas 1A Bekasi, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Jauh sebelum putusan ini, perdebatan yang muncul dalam selama proses sidang yakni, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwakan Haris dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana mati.

Sementara Penasihat Hukum Haris Simamora menilai apa yang didakwakan JPU tidak mendasar.

Hal ini disampaikan dalam sidang pembelaan yang digelar sebelumnya.

Namun, Mejelis Hakim memiliki pandangan bahwa terdakwa Haris benar-benar melakukan perbuatan pembunuhan berencana.

Sebelum membacakan putusan, Hakim terlebih dahulu memaparkan beberapa pertimbangan sesuai fakta persidangan yang selama ini telah dilalui.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved